Bombardir Serangan ke Caracas, Trump Berkoar Bakal Tangkap Presiden Venezuela

EmTrust - Serangan massif dilancarkan oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2025) waktu setempat. Sejumlah ledakan pun terpantau terus terdengar...

Bombardir Serangan ke Caracas, Trump Berkoar Bakal Tangkap Presiden Venezuela
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Serangan massif dilancarkan oleh pasukan militer Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, pada Sabtu (3/1/2025) waktu setempat.

Sejumlah ledakan pun terpantau terus terdengar dari lokasi peperangan, yang seketika mendongkrak eskalasi ketegangan kedua negara, yang memang semakin memburuk dalam beberapa waktu terakhir.

Bersamaan dengan bombardir serangan tersebut, Presiden AS, Donald Trump, secara resmi mengumumkan operasi militer yang digelarnya bertujuan untuk menangkap Presiden Venezuela , Nicolas Maduro, beserta istrinya.

"Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan dengan skala besar terhadap Venezuela beserta pemimpinnya," tulis Trump, dalam platform media sosial Truth Social, miliknya.

Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, terlihat kepulan asap tebal membubung di sejumlah titik di Kota Caracas, dengan diiringi deru suara sirene peringatan udara yang tanpa henti.

Sebagaimana dilansir oleh Anadolu Agency, sedikitnya tujuh ledakan dilaporkan terjadi, sementara pesawat terbang terlihat terbang rendah kawasan udara Ibu Kota.

Tak hanya itu, pemadaman listrik juga dilakukan pemerintah setempat, termasuk di bagian selatan kota yang berada di dekat sebuah pangkalan militer utama.

Sejauh ini, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah Venezuela terkait serangan yang dilancarkan oleh AS tersebut.

Sebelumnya, dalam wawancara rekaman yang ditayangkan televisi pemerintah pada Kamis (2/1/2026), Presiden Venezuela Nicolas Maduro menyatakan bahwa pihaknya membuka diri untuk peluang dilakukannya diskusi dengan pihak AS terkait kerja sama pemberantasan perdagangan narkoba.

"Kapan pun mereka (AS) menginginkan (dialog), di mana pun mereka menginginkan (dialog digelar), dan dengan cara apa pun, kami selalu siap," ujar Maduro.

Meski demikian, Maduro juga tetap menegaskan tuduhannya bahwa pihak Washington disebut terus berupaya melakukan perubahan rezim di Venezuela, dengan tujuan agar dapat menguasai sumber daya minyak Venezuela yang sangat besar melalui kampanye tekanan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.

(Tantra Deepa Rastafari)