Kutuk Penangkapan Presiden Maduro, Korea Utara Sebut Agresi Militer AS Sebagai Tindakan Jahat dan Biadab

EmTrust - Korea Utara menjadi negara kesekian yang turut angkat bicara mengecam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, yang berujung pada penangkapan P...

Kutuk Penangkapan Presiden Maduro, Korea Utara Sebut Agresi Militer AS Sebagai Tindakan Jahat dan Biadab
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Korea Utara menjadi negara kesekian yang turut angkat bicara mengecam serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolas Maduro, beserta istri.

Pemerintah Korea Utara secara tegas mengutuk tindakan semena-mena tersebut, dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan ancaman nyata bagi stabilitas kawasan.

Sebagaimana dilaporkan oleh Kantor Berita Resmi KCNA, Minggu (4/1/2025), Kementerian Luar Negeri Korea Utara menuding tindakan AS sebagai bentuk hegemoni dan campur tangan terang-terangan terhadap kedaulatan negara lain.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengaku dapat memahami kompleksitas situasi yang tengah dihadapi Venezuela, namun tetap menegaskan bahwa akar permasalahan yang muncul tak lepas dari kebijakan koersif dan tekanan yang sengaja dilancarkan oleh pihak Washington.

"Insiden ini menjadi contoh lain dari sifat jahat dan biadab Amerika Serikat, sifat yang telah disaksikan oleh komunitas internasional berkali-kali selama bertahun-tahun," tulis pihak Kementerian Luar Negeri Kore Utara, dalam keterangan resminya.

Korea Utara menilai serangan AS sebagai bentuk pelanggaran paling serius terhadap kedaulatan negara, sekaligus bertentangan dengan prinsip-prinsip dasar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa dan hukum internasional.

Tak hanya itu, upaya agresi yang dilancarkan AS diyakini dapat membuat ketidakstabilan regional jadi meningkat dan semakin rapuh.

Karenanya, Korea Utara mendesak komunitas internasional untuk tidak tinggal diam dan secara terbuka menyuarakan penolakan terhadap tindakan Amerika Serikat.

Pyongyang menilai krisis Venezuela telah membawa dampak buruk tidak hanya bagi kawasan Amerika Latin, tetapi juga terhadap hubungan internasional secara luas.

Pernyataan sikap tegas Korea Utara ini semakin meningkatkan tekanan pada PBB untuk dapat segera mengambil sikap, seiring dengan bermunculannya pernyataan serupa dari negara-negara lain, seperti Iran, China hingga Rusia.

(Tantra Deepa Rastafari)