Berlakukan Status Darurat, Pemerintah Venezuela Kecam Penangkapan Maduro

EmTrust - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, secara resmi telah dilancarkan untuk menangkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istri, atas tud...

Berlakukan Status Darurat, Pemerintah Venezuela Kecam Penangkapan Maduro
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) ke Ibu Kota Venezuela, Caracas, secara resmi telah dilancarkan untuk menangkan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istri, atas tuduhan keterlibatannya pada kartel narkotika internasional.

Pihak AS pun telah merilis pernyataan berikut video resmi yang memperlihatkan sosok Presiden Maduro dengan tangan diborgol serta mata tertutup, dan berada dalam pengamanan Tim Elit Anti Narkotika (Drug Enforcement Administration/DEA)

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Venezuela pun telah merilis pernyataan resmi yang mengecam agresi militer yang ditujukan ke Caracas serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira tersebut

"Venezuela menolak, mengecam, dan melaporkan kepada komunitas internasional agresi militer yang sangat serius yang dilakukan oleh Pemerintah Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat Venezuela, baik di lokasi sipil maupun militer di kota Caracas, ibu kota Republik, serta negara bagian Miranda, Aragua, dan La Guaira," tulis perwakilan Pemerintah Venezuela, dalam pernyataan resminya, Sabtu (3/1/2025).

Tak hanya menyampaikan kecaman, Pemerintah Venezuela juga menyerukan status darurat dan mobilisasi rakyat secara nasional.

"Rakyat turun ke jalan! Pemerintah Bolivarian menyerukan seluruh kekuatan sosial dan politik di negeri ini untuk mengaktifkan rencana mobilisasi dan menolak serangan imperialis ini," tulis perwakilan Pemerintah Venezuela.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald Trump, juga telah mengakui aksi penangkapannya atas Maduro, seiring tuduhan keterlibatan pada kartel narkotika internasional dan juga isu imigran ilegal.

"AS berhasil melakukan serangan skala besar terhadap Venezuela dan pemimpinnya, Presiden Nicolas Maduro, yang ditangkap bersama istrinya dan diterbangkan keluar dari negara itu," tulis Trump, dalam platform media sosial Truth Social, miliknya.

Trump mengaku geram dan kehilangan kesabaran lantaran Venezuela dinilai sebagai asal dari gelombang migran yang selama ini telah memadati kawasan perbatasan selatan AS dalam beberapa tahun terakhir.

(Tantra Deepa Rastafari)