Timur Tengah Membara, IPOT Rekomendasikan Buy on Breakout ENRG, ARCI, HMSP dan XIJI

StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,44% atau 36,28 poin ke level 8235 dalam sepekan terakhir 23-27 Februari 2026. Perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global kembali...

Timur Tengah Membara, IPOT Rekomendasikan Buy on Breakout ENRG, ARCI, HMSP dan XIJI
Bacakan Artikel

2. Buy on Breakout ARCI (Entry 1,900, Target 2,030, Stop Loss <1,840). Sebagai produsen emas, ARCI berpotensi diuntungkan dari peningkatan permintaan safe haven akibat eskalasi konflik global dan volatilitas pasar keuangan. Dalam situasi ketidakpastian geopolitik dan potensi tekanan nilai tukar, emas cenderung menguat sebagai aset lindung nilai terhadap risiko dan inflasi. Kenaikan harga emas global akan berdampak langsung pada margin dan profitabilitas ARCI, terutama jika biaya produksi relatif stabil. Dengan demikian, ARCI dapat berfungsi sebagai hedge terhadap gejolak eksternal sekaligus memberikan eksposur pada tren penguatan logam mulia.

3. Buy on Breakout HMSP (Entry 910, Target 980, Stop Loss <875). Sebagai saham defensif berbasis consumer staples, HMSP menawarkan karakter pendapatan yang relatif stabil di tengah volatilitas pasar. Permintaan produk rokok domestik cenderung tidak terlalu sensitif terhadap siklus ekonomi jangka pendek, sehingga memberikan ketahanan arus kas ketika sentimen global memburuk. Dalam kondisi risiko geopolitik dan potensi tekanan eksternal terhadap IHSG, saham defensif seperti HMSP dapat menjadi penyeimbang portofolio.

4. Buy Reksa Dana Saham Premier ETF Syariah JII (XIJI) (Entry 682, Target 700, Stop Loss <671). Power Fund Series (PFS) dengan kode XIJI memiliki eksposur signifikan ke sektor komoditas dan energi yang berpotensi diuntungkan dalam kondisi geopolitik saat ini. Bobot pada emiten seperti ADRO, PTBA, BUMI (batu bara), ANTM dan INCO (logam & nikel), MEDC dan PGAS (energi), hingga BRMS (emas) menciptakan sensitivitas positif terhadap kenaikan harga energi dan logam akibat eskalasi konflik global serta risiko gangguan distribusi di Selat Hormuz. Dalam skenario harga minyak dan komoditas bertahan tinggi, emiten-emiten ini berpotensi mencatatkan peningkatan margin dan arus kas, yang secara agregat mendukung kinerja ETF.

Pilih Halaman: