Timur Tengah Membara, IPOT Rekomendasikan Buy on Breakout ENRG, ARCI, HMSP dan XIJI

StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 0,44% atau 36,28 poin ke level 8235 dalam sepekan terakhir 23-27 Februari 2026. Perkembangan geopolitik dan kebijakan ekonomi global kembali...

Timur Tengah Membara, IPOT Rekomendasikan Buy on Breakout ENRG, ARCI, HMSP dan XIJI
Bacakan Artikel

Proyeksi dan Rekomendasi IPOT

IHSG pekan ini berpotensi bergerak volatile dengan kecenderungan konsolidasi dengan support di 8031 dan resistance di 8437, dipengaruhi oleh meningkatnya risiko geopolitik global dan sentimen fiskal domestik. Eskalasi konflik Iran–Israel serta ketegangan di kawasan Asia Selatan meningkatkan premi risiko global, terutama dengan berkembangnya situasi di sekitar Selat Hormuz yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Ketidakpastian ini berpotensi mendorong penguatan dolar AS dan kenaikan harga komoditas energi, yang biasanya memicu rotasi dana ke aset safe haven dan menekan arus modal ke emerging markets, termasuk Indonesia.

Namun demikian, bagi IHSG, kenaikan harga minyak dan batu bara justru dapat menjadi penopang bagi sektor energi dan pertambangan, terutama jika harga komoditas bertahan tinggi. Indonesia sebagai eksportir batu bara dan sejumlah komoditas energi berpotensi diuntungkan dari sisi peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dan potensi perbaikan margin emiten sektor terkait. Dalam kondisi global yang tidak pasti, saham berbasis komoditas sering kali menjadi proxy lindung nilai terhadap risiko geopolitik dan inflasi global.

Di sisi lain, jika eskalasi konflik menyebabkan lonjakan harga energi yang terlalu tajam dan berkepanjangan, risiko inflasi global dan tekanan nilai tukar Rupiah dapat meningkat. Kenaikan harga minyak yang signifikan berpotensi memperbesar tekanan pada neraca transaksi berjalan melalui kenaikan nilai impor migas, sekaligus meningkatkan volatilitas Rupiah. Jika Rupiah melemah dan imbal hasil obligasi global naik maka volatilitas IHSG bisa meningkat karena investor asing cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko. Dengan demikian, arah pergerakan IHSG dalam jangka pendek sangat bergantung pada apakah kenaikan harga energi bersifat terkendali dan suportif bagi emiten komoditas, atau justru berubah menjadi shock inflasi yang menekan stabilitas makro.

Merespons dinamika pasar akibat ketegangan di Timur Tengah, IPOT yang telah meluncurkan xRDN, solusi menabung digital berbasis pasar modal yang menawarkan potensi imbal hasil tinggi sekitar ±2% dengan sistem keamanan berlapis untuk mengatasi dana tidak produktif serta risiko kejahatan siber merekomendasikan strategi trading saham-saham breakout.

1. Buy on Breakout ENRG (Entry 1,820, Target 2,000, Stop Loss <1,755). Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan potensi gangguan distribusi energi global, ENRG memiliki positioning yang menarik sebagai emiten hulu migas dengan leverage terhadap kenaikan harga minyak dan gas. Jika risiko di Selat Hormuz mendorong harga energi bertahan tinggi, ENRG berpotensi menikmati peningkatan average selling price (ASP) serta perbaikan arus kas operasional. Dengan karakter bisnis berbasis produksi dan lifting, sensitivitas terhadap harga komoditas menjadi katalis utama, sehingga saham ini relevan sebagai tactical play dalam fase risk-off global yang tetap mendorong harga energi naik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: