Sempat Dihentikan Sementara, IHSG Ditutup Anjlok 7,35%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam pada akhir perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG merosot 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55, seiring tekanan jual besar-besaran yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sempat Dihentikan Sementara, IHSG Ditutup Anjlok 7,35%
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok tajam pada akhir perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG merosot 659,67 poin atau 7,35% ke level 8.320,55, seiring tekanan jual besar-besaran yang melanda hampir seluruh saham di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada perdagangan hari ini, IHSG bahkan sempat terkena penghentian perdagangan sementara (trading halt) setelah penurunan indeks menyentuh level 8%. Kondisi tersebut mencerminkan kepanikan investor di tengah sentimen negatif yang membayangi pasar.

Seluruh indeks sektoral tercatat bergerak di zona merah, mengikuti pelemahan IHSG. Sektor infrastruktur menjadi yang paling tertekan dengan penurunan 10,15%, disusul sektor energi yang melemah 8,99%, serta sektor teknologi yang terkoreksi 7,55%.

Tekanan jual yang masif juga tercermin dari aktivitas perdagangan. Total volume transaksi saham di bursa hari ini mencapai 60,44 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp44,93 triliun. Dari sisi pergerakan saham, hanya 37 saham yang menguat, sementara 753 saham melemah dan 16 saham stagnan.

Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham masih mampu mencatatkan kenaikan harga. Saham PT Boga Group Tbk (BOGA) naik Rp355 menjadi Rp1.790 per saham, PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BALI) menguat Rp335 ke Rp1.740 per saham, serta PT Bintang Samudera Investama Tbk (BBSI) naik Rp230 menjadi Rp3.950 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual menyeret sejumlah saham dengan kapitalisasi besar. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok Rp17.400 ke Rp98.600 per saham, DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp14.775 ke Rp205.000 per saham, serta Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah Rp4.600 menjadi Rp56.000 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham teraktif dengan 273.691 kali transaksi senilai Rp7,3 triliun. Selanjutnya PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) diperdagangkan sebanyak 139.254 kali dengan nilai Rp2,6 triliun, serta PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan 129.135 kali transaksi senilai Rp2,6 triliun.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, saham PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi top gainer dengan kenaikan 2,24%, disusul PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang naik 0,93%, serta PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang ditutup stagnan.

Sementara itu, tekanan terdalam di kelompok LQ45 dialami Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 15%, diikuti XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) yang turun 14,92%, serta Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang melemah 14,90%.