Restrukturisasi Jalan, Indofarma Bidik Kenaikan Pendapatan 112% pada 2026
EmTrust - PT Indofarma Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025 pada Senin, 22 Desember 2025. Rapat yang berlangsung di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Fa...
EmTrust EmTrust - PT Indofarma Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Tahun 2025 pada Senin, 22 Desember 2025. Rapat yang berlangsung di Indonesia Health Learning Institute (IHLI) Bio Farma Group, Jakarta, membahas dua agenda utama yang dinilai strategis bagi keberlanjutan restrukturisasi dan penguatan fundamental perseroan.
Pimpinan Rapat sekaligus Komisaris PT Indofarma Tbk, Didi Agus Mintadi, menyatakan bahwa RUPSLB merupakan bagian dari komitmen perseroan dalam memenuhi prinsip keterbukaan informasi (disclosure) kepada pemegang saham dan pelaku pasar. Keputusan yang diambil dalam rapat tersebut diharapkan memberikan kepastian arah kebijakan dan tata kelola perseroan ke depan.
Dalam RUPSLB, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Perseroan guna menyesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara. Selain itu, rapat juga menyetujui pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026 kepada Dewan Komisaris, dengan syarat memperoleh persetujuan tertulis dari Pemegang Saham Seri B Terbanyak.
Keputusan tersebut dinilai memberi fleksibilitas manajemen dalam menjalankan agenda restrukturisasi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan strategis, sejalan dengan dinamika pemulihan kinerja perseroan.
Pada hari yang sama, Indofarma juga menyelenggarakan public expose. Dalam paparannya, Direktur Utama PT Indofarma Tbk Sahat Sihombing bersama Direktur Operasional Andi Prazos menyampaikan perkembangan kinerja keuangan hingga Triwulan III 2025.
Manajemen mengungkapkan bahwa sepanjang sembilan bulan pertama 2025, perseroan fokus pada pengelolaan bisnis berbasis portofolio produk, pengaturan aktivitas produksi dan distribusi, serta pengendalian biaya melalui penyesuaian struktur biaya. Strategi tersebut berdampak positif terhadap perbaikan kinerja, tercermin dari penurunan rasio beban usaha terhadap penjualan serta penurunan rasio rugi usaha dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi prospek, manajemen memaparkan rencana kerja tahun 2026 yang masih berfokus pada kelanjutan restrukturisasi sesuai Perjanjian Homologasi, dengan dukungan Badan Pengelola BUMN, Danantara Indonesia, serta PT Bio Farma (Persero) sebagai holding BUMN Farmasi.
Pada 2026, Indofarma menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 112 persen dibandingkan prognosis tahun 2025. Target tersebut akan didorong melalui penyeimbangan kembali portofolio bisnis dengan peningkatan kontribusi produk farmasi, pengembangan produk yang lebih kompetitif, penguatan kemitraan strategis, serta optimalisasi pasar ekspor.
Untuk mendukung target pertumbuhan tersebut, perseroan akan menerapkan lean manufacturing melalui penataan proses dan struktur organisasi, pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi biaya pabrikasi, serta efisiensi operasional secara menyeluruh. Seluruh langkah tersebut dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip Good Corporate Governance, penguatan pengendalian internal, manajemen risiko, serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan