Output Gap Jadi Kunci di Balik Keberanian BI dan Pemerintah Meningkatkan Uang Beredar

StockHaven - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis laporan yang menunjukkan bahwa jumlah uang yang beredar dalam perekonomian Indonesia, atau yang dikenal sebagai M2, mencapai Rp 9.657,1 triliun...

Output Gap Jadi Kunci di Balik Keberanian BI dan Pemerintah Meningkatkan Uang Beredar
Bacakan Artikel

JALURDUA StockHaven - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis laporan yang menunjukkan bahwa jumlah uang yang beredar dalam perekonomian Indonesia, atau yang dikenal sebagai M2, mencapai Rp 9.657,1 triliun per Agustus 2025. Angka ini tumbuh 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di 6,6% pada bulan sebelumnya.

M2 mencakup semua uang tunai di tangan masyarakat, tabungan di bank, deposito berjangka, dan rekening giro. Peningkatan ini cukup menggembiarakan karena menandakan bahwa perekonomian Indonesia semakin likuid, alias uang yang mengalir di masyarakat bertambah banyak. Langkah BI dan Kementerian Keuangan dalam mendorong likuiditas ini patut diapresiasi karena berhasil mengatasi keluhan "uang kering" yang sempat mencuat di awal 2025.

Namun, yang lebih menggembirakan adalah tingkat pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit, atau M1, yang mencapai 10,5% per Agustus 2025. M1 adalah uang tunai dan tabungan yang bisa langsung digunakan untuk transaksi, seperti pembayaran melalui QRIS di pusat perbelanjaan.

Ekonom Senior PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), Emil Muhammad, mengatakan pertumbuhan M1 ini sangat relevan dengan kondisi riil masyarakat karena mencerminkan uang yang langsung bisa dipakai untuk belanja atau investasi. Salah satu faktor Utama di balik lonjakan M1 adalah percepatan belanja pemerintah, khususnya transfer ke daerah yang telah mencapai 66% dari pagu anggaran per 31 Agustus 2025.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: