Output Gap Jadi Kunci di Balik Keberanian BI dan Pemerintah Meningkatkan Uang Beredar
StockHaven - Bank Indonesia (BI) baru-baru ini merilis laporan yang menunjukkan bahwa jumlah uang yang beredar dalam perekonomian Indonesia, atau yang dikenal sebagai M2, mencapai Rp 9.657,1 triliun...
Keyakinan ini didasarkan pada kondisi perekonomian Indonesia yang masih memiliki output gap, atau selisih antara pertumbuhan ekonomi saat ini dan potensi maksimalnya. Dalam bahasa sederhana, output gap berarti ekonomi kita belum berjalan pada kapasitas penuh, sehingga masih ada ruang untuk tumbuh tanpa memicu kenaikan harga.
"Ekonomi kita masih ada yang namanya output gap. Pemerintah telah memaparkan potensial PDB kita itu 6% ke atas. Jadi, selama pertumbuhan PDB aktual kita belum 6%, menambah jumlah uang beredar belum akan menggerakkan inflasi," ungkap Emil.
Dua indikator utama yang menunjukkan bahwa output gap masih besar. Pertama, inflasi inti berada di level 2,3%, angka ini berada di bawah target BI sebesar 2,5%. Kedua, utilisasi industri, atau tangkat penggunaan kapasitas industri, masih di bawah 75%. Dengan kata lain, meski permintaan naik 10% pun, tidak akan menggerakkan inflasi secara signifikan. Hal ini dapat diasumsikan pabrik-pabrik di Indonesia masih bisa memproduksi lebih banyak sehingga permintaan yang naik dapat diimbangi dengan kenaikan produksi tanpa diikuti kenaikan harga jual.
Langkah BI dan Kementerian Keuangan dalam meningkatkan likuiditas ini layak mendapat pujian karena menunjukkan kerja sama yang solid untuk menggerakkan roda perekonomian. BI telah menggelontorkan likuiditas sebesar Rp 800 triliun sepanjang 2025 melalui berbagai kebijakan, seperti menurunkan jumlah outstanding Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) , memberikan diskon Giro Wajib Minimum (GWM), dan membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.
- BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah
- SIG Pertahankan Tren Positif, Hasil Transformasi Lampaui Rata-Rata Industri
- Langkah Nyata Dukung Pendidikan Berkualitas, Askrindo Hadirkan Mobil Pintar di J...
- Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini se...
- Roadshow BSI Scholarship 2026 di UI Perkuat Akses Pendidikan dan Literasi Ekonom...
- INET dan Huawei Teken Kerja Sama Strategis Bangun Backbone Digital Laut-ke-Darat...
- Eagle High Plantations (BWPT) Emisi Obligasi Senilai Rp98 Miliar
- Kunjungi Proyek Dermaga Tuban, Wapres Gibran Apresiasi Upaya SIG Tingkatkan Eksp...
- BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah
- SIG Pertahankan Tren Positif, Hasil Transformasi Lampaui Rata-Rata Industri
