Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4

StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak positif selama sepekan terakhir ditutup menguat 1,55% ke level 9.075 pada akhir perdagangan, Kamis, 14 Januari 2026. Selama sepekan terak...

Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4
Bacakan Artikel

JALURDUA StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak positif selama sepekan terakhir ditutup menguat 1,55% ke level 9.075 pada akhir perdagangan, Kamis, 14 Januari 2026. Selama sepekan terakhir investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp3,2 triliun. Arus dana asing yang kembali masuk ini mencerminkan respons positif terhadap stabilitas makro domestik di tengah volatilitas global.

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi menjelaskan pasar global sepanjang pekan lalu bergerak positif dalam keseimbangan antara stabilnya data ekonomi Amerika Serikat dan meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Dari sisi inflasi, Consumer Price Index (CPI) AS Desember 2025 tercatat 2,7% yoy, tidak berubah dari bulan sebelumnya dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Inflasi inti juga bertahan di 2,6% yoy, level terendah sejak 2021.

Dari sisi aktivitas ekonomi, indikator AS masih menunjukkan ketahanan. Retail sales AS tumbuh 3,3% yoy pada November 2025, sementara Producer Price Index (PPI) meningkat 3% yoy. Kondisi pasar tenaga kerja juga tetap solid, tercermin dari initial jobless claims yang turun menjadi 198 ribu pada pekan yang berakhir 10 Januari, jauh di bawah ekspektasi pasar.

"Namun, sentimen pasar global terganggu oleh eskalasi risiko perdagangan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif 10% terhadap barang-barang dari sejumlah negara Eropa, dengan ancaman kenaikan hingga 25% mulai Juni dan terkait sengketa Greenland," jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan yang menyasar negara-negara anggota NATO ini memicu respons keras dari Uni Eropa, termasuk potensi pembatalan kesepakatan dagang AS–UE yang dicapai pada Juli lalu.

"Hingga akhir pekan, dasar hukum dan mekanisme penerapan tarif tersebut masih belum jelas, menjaga ketidakpastian di pasar global."

Sementara itu dari China, data menunjukkan kontras yang jelas antara kinerja sektor eksternal dan kondisi domestik. Sepanjang 2025, China mencatatkan surplus perdagangan rekor USD 1,189 triliun, dengan ekspor tumbuh 5,5% yoy dan impor relatif datar.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: