Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4

StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak positif selama sepekan terakhir ditutup menguat 1,55% ke level 9.075 pada akhir perdagangan, Kamis, 14 Januari 2026. Selama sepekan terak...

Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4
Bacakan Artikel

Pada Desember, ekspor meningkat 6,6% yoy, melampaui ekspektasi, sementara impor tumbuh 5,7% yoy. Pergeseran tujuan ekspor ke Uni Eropa dan Asia Tenggara menjadi pendorong utama, sementara surplus perdagangan China dengan AS justru menurun.

Di sisi domestik China, pertumbuhan kredit tetap tertahan. Outstanding yuan loan growth bertahan di 6,4% yoy, level terendah sepanjang sejarah, meskipun money supply M2 meningkat 8,5% yoy ke rekor tertinggi. Merespons kondisi tersebut, People’s Bank of China (PBOC) menegaskan masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga dan GWM.

Dari sektor riil, penjualan kendaraan China sepanjang 2025 tumbuh 9,4% yoy menjadi 34,4 juta unit, dengan penjualan kendaraan energi baru (NEV) melonjak 28,2% yoy. Namun, pada Desember, total penjualan kendaraan justru turun 6,2% yoy, mencerminkan pelemahan secara bulanan menjelang akhir tahun.

Kinerja Pasar Domestik Positif

Di tengah dinamika ketidakstabilan global, pasar domestik justru mencatatkan kinerja positif dengan sejumlah sentimen yang menyokongnya, seperti dari sisi fundamental penjualan ritel Indonesia pada November 2025 tumbuh 6,3% yoy, meningkat dari bulan sebelumnya dan menjadi pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.

"Pertumbuhan terjadi pada berbagai kategori, termasuk makanan dan minuman, suku cadang otomotif, serta barang rekreasi. Secara bulanan, penjualan ritel meningkat 1,5%, menjadi laju tertinggi dalam delapan bulan terakhir," tandas Imam.

Selain konsumsi, Foreign Direct Investment (FDI) Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 4,3% yoy menjadi Rp256,3 triliun, berbalik arah dari kontraksi pada kuartal sebelumnya. Sepanjang 2025, total FDI relatif stabil di Rp900,9 triliun, dengan sektor logam dasar dan pertambangan menjadi tujuan utama investasi.

Selanjutnya di pasar komoditas, pergerakan harga dipengaruhi oleh kombinasi faktor geopolitik dan fundamental. Harga minyak WTI naik 0,4% dan ditutup di USD 59,44 per barel, seiring meredanya kekhawatiran eskalasi militer AS terhadap Iran, meskipun risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: