Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4

StockHaven - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak positif selama sepekan terakhir ditutup menguat 1,55% ke level 9.075 pada akhir perdagangan, Kamis, 14 Januari 2026. Selama sepekan terak...

Net Buy Asing Capai Rp3,2 Triliun, IPOT Rekomendasikan JPFA, BBRI, AADI dan Obligasi BAFI03BCN4
Bacakan Artikel

Harga batu bara (coal) menguat mendekati USD 110 per ton, mendekati level tertinggi satu bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah persiapan China untuk meluncurkan lebih dari 100 pembangkit listrik tenaga batu bara baru.

Terakhir di segmen logam, harga timah (tin) melonjak ke USD 53.400 per ton, mencetak rekor tertinggi sejak 2022, seiring permintaan yang kuat dan keterbatasan pasokan global. Sementara itu, harga emas terkoreksi sekitar 1% ke USD 4.560 per ons, seiring meredanya permintaan aset lindung nilai.

Proyeksi dan Rekomendasi IPOT Pekan Ini

Memasuki pekan 19–23 Januari 2026, fokus pasar akan beralih pada serangkaian rilis data dan keputusan kebijakan global dan domestik, sehingga dalam sepekan kedepan IHSG diprediksi cenderung ke fase konsolidasi dengan rentang support di 9000 dan resistance di 9200.

Dari China, perhatian utama tertuju pada rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025, dengan konsensus memperkirakan pertumbuhan 4,4% yoy, yang akan menjadi indikator penting untuk menilai ketahanan ekonomi di tengah stimulus moneter yang berlanjut. Data penjualan ritel dan tingkat pengangguran Desember juga perlu dicermati untuk membaca kekuatan konsumsi domestik dan kondisi pasar tenaga kerja.

Masih dari China, keputusan Loan Prime Rate (LPR) tenor 1 tahun dan 5 tahun akan menjadi sorotan, di tengah sinyal PBOC yang membuka ruang pelonggaran lanjutan, meskipun konsensus pasar memperkirakan suku bunga tetap.

Dari domestik, perhatian investor akan tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia. Pasar memperkirakan BI akan menahan suku bunga di level 4,75%, dengan fokus utama menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tekanan eksternal.

Sementara itu, dari Amerika Serikat, rilis US Core PCE Price Index dengan konsensus 2,7% yoy akan menjadi indikator inflasi utama yang dicermati pasar, mengingat perannya sebagai acuan kebijakan moneter Federal Reserve.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: