KEK Industropolis Batang Raup Nilai Investasi hingga Rp4,87 Triliun pada 2025
EmTrust - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, anggota Holding BUMNDanareksa, menutup 2025 dengan capaian investasi yang memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan industri modern...
EmTrust EmTrust - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, anggota Holding BUMN
Danareksa, menutup 2025 dengan capaian investasi yang memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan industri modern di Indonesia.
Sepanjang 2025, kawasan berhasil menghimpun investasi sebesar Rp4,87 triliun dengan total pemanfaatan lahan 93,67 hektare, menghadirkan momentum besar bagi realisasi investasi industri nasional.
Sebanyak 12 investor dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan China resmi bergabung sepanjang 2025 ini.
Para investor tersebut mengisi kawasan dengan industri strategis meliputi baterai, otomotif, alat kesehatan, garmen, furnitur luar ruang, makanan dan minuman, alas kaki, baja, tekstil, hingga kemasan.
"Komposisi sektor yang beragam ini memperkuat ekosistem industri yang lengkap, modern, dan berdaya saing global," ujar Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, dalam keterangan resminya, Jumat (19/12/2025).
Menurut Ngurah, capaian ini juga sekaligus mendorong proyeksi serapan lebih dari 9.000 tenaga kerja, memberikan dampak langsung bagi masyarakat Batang dan Jawa Tengah.
Sejumlah perusahaan bahkan telah memulai operasional lebih awal, seperti PT Fondfashion
Seamless Garment, yang memanfaatkan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) sembari menunggu penyelesaian pembangunan fasilitas utama mereka. Investor lainnya akan beroperasi secara bertahap pada 2026, 2027, dan 2028, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Selain itu, Ngurah menjelaskan, periode 2025 juga diperkuat oleh hadirnya investor berskala besar seperti PT LBM Energi Baru Indonesia, perusahaan pendukung industri kendaraan listrik (EV) yang menjadi penyerap lahan terbesar tahun ini yaitu 31,72 hektare, memperkuat rantai pasok EV nasional.
Sementara, Yotrio / JJD Outdoors, produsen furnitur luar ruang berorientasi ekspor, memberikan kontribusi signifikan pada proyeksi kebutuhan tenaga kerja untuk pemenuhan pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Seluruh capaian ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama agenda penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, dan akselerasi hilirisasi.
"KEK Industropolis Batang menjadi ruang nyata di mana agenda pembangunan tersebut hadir dalam bentuk kawasan industri yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan," ujar Ngurah.
Tak hanya itu, Ngurah juga menyampaikan bahwa capaian tahun ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap kawasan.
Dalam pandangan Ngurah, Industropolis Batang hadir sebagai kawasan industri modern yang terhubung dan siap menyambut industri masa depan Indonesia.
"Capaian tahun ini menunjukkan bahwa kami berada di jalur yang tepat dalam mendorong realisasi
investasi industri nasiona," ujar Ngurah.
Optimisme ini, dikatakan Ngurah, sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang saat meresmikan KEK Industropolis Batang pada 20 Maret 2025, menyampaikan bahwa kawasan ini akan berkembang menjadi 'Shenzhennya Indonesia', yaitu pusat industri maju yang mampu bersaing secara global.
Seiring perkembangan kawasan, Industropolis Batang terus memperkuat posisinya bukan hanya sebagai pengelola lahan industri, namun sebagai pengelola kawasan industri modern berstandar global.
Transformasi ini diharapkan menumbuhkan rasa bangga masyarakat bahwa Batang kini hadir di panggung internasional sebagai rumah bagi industri kelas dunia, pusat penciptaan lapangan kerja, dan motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan, layanan investasi yang terintegrasi, serta
dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, KEK Industropolis Batang berkomitmen menjaga momentum positif ini.
"Kawasan ini siap melangkah sebagai lingkungan industri yang modern, kompetitif, dan membanggakan bagi Indonesia," ujar Ngurah.
(Tantra Deepa Rastafari)
- IHSG Ditutup Ambles 1,37% ke 8.280, 10 Sektor Rontok!
- OCBC NISP Siapkan Buyback Saham Rp1M dari Kas
- Emiten Potensi Delisting Ini Ungkap Tak Milik Pengendali
- Bos MDKA Asal Inggris Makin Rajin Borong Saham di Pasar
- RMKE Tunda Penerbitan Obligasi Rp600M, Ada Apa?
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru