Harga Batu Bara Acuan Menguat Awal Februari 2026
Harga batu bara acuan (HBA) periode I Februari 2026 mengalami kenaikan menjadi US$106,11 per ton, dibandingkan periode II Januari 2026 yang berada di level US$104,03 per ton.
EmTrust Emitentrust.com - Harga batu bara acuan (HBA) periode I Februari 2026 mengalami kenaikan menjadi US$106,11 per ton, dibandingkan periode II Januari 2026 yang berada di level US$104,03 per ton.
Kenaikan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 47.K/MB.01/MEM.B/2026, yang berlaku untuk periode 1–14 Februari 2026.
Dalam keputusan tersebut, Kementerian ESDM membagi HBA ke dalam empat kategori berdasarkan nilai kalori batu bara, yakni HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III. Pergerakan harga pada periode ini tercatat bervariasi.
Rincian Harga Batu Bara Acuan
Berikut rincian HBA periode I Februari 2026:
HBA (6.322 GAR): US$106,11 per ton, naik dari periode II Januari 2026 sebesar US$104,03 per ton
HBA I (5.300 GAR): US$73,96 per ton, naik dari US$71,61 per ton
HBA II (4.100 GAR): US$48,21 per ton, turun tipis dari US$48,39 per ton
HBA III (3.400 GAR): US$35,83 per ton, naik dari US$35,38 per ton
Kenaikan paling signifikan terjadi pada batu bara dengan nilai kalor tinggi, sementara batu bara kalori menengah mencatat koreksi terbatas.
Rencana Pemangkasan Produksi
Seiring pergerakan harga tersebut, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan rencana pemerintah untuk memangkas produksi batu bara nasional menjadi sekitar 600 juta ton pada 2026, turun hampir 200 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 yang mencapai 790 juta ton.
Langkah ini ditempuh untuk menjaga keseimbangan pasokan dan menopang harga batu bara global. Saat ini, volume batu bara yang diperdagangkan di pasar global mencapai sekitar 1,3 miliar ton per tahun, dengan kontribusi Indonesia sekitar 514 juta ton.
Tingginya suplai global dinilai menjadi salah satu faktor yang menekan harga batu bara dalam beberapa periode terakhir, sebagaimana tercermin dalam pergerakan HBA.
- IHSG Ditutup Ambles 1,37% ke 8.280, 10 Sektor Rontok!
- OCBC NISP Siapkan Buyback Saham Rp1M dari Kas
- Emiten Potensi Delisting Ini Ungkap Tak Milik Pengendali
- Bos MDKA Asal Inggris Makin Rajin Borong Saham di Pasar
- RMKE Tunda Penerbitan Obligasi Rp600M, Ada Apa?
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru