IHSG Tutup Tahun 2025 Menguat Tipis ke Level 8.646

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir tahun 2025 di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG menguat tipis 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,93.

IHSG Tutup Tahun 2025 Menguat Tipis ke Level 8.646
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir tahun 2025 di zona hijau. Pada penutupan perdagangan Selasa (30/12/2025), IHSG menguat tipis 2,68 poin atau 0,03% ke level 8.646,93.

Penguatan IHSG ditopang oleh kinerja positif enam indeks sektoral, meski masih dibayangi tekanan dari lima sektor lainnya yang berakhir di zona merah.

Sektor dengan kenaikan paling signifikan adalah barang konsumen siklikal yang melesat 3,03%, disusul sektor infrastruktur yang naik 2,04%, serta sektor keuangan yang menguat 0,97%. Ketiga sektor tersebut menjadi motor utama penguatan IHSG di penutupan tahun.

Di sisi lain, tekanan datang dari sektor kesehatan yang melemah 1,53%, sektor barang baku turun 1,17%, serta sektor teknologi yang terkoreksi 0,98%.

Aktivitas perdagangan saham terpantau ramai di akhir tahun. Total volume transaksi mencapai 39,14 miliar saham dengan nilai transaksi Rp20,17 triliun. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 346 saham menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatat lonjakan harga signifikan. MLPT melonjak Rp4.600 ke level Rp62.400 per saham, POLU melesat Rp3.125 ke Rp18.825, sementara FILM menguat Rp1.650 ke Rp14.500 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual membebani beberapa saham berkapitalisasi besar. DCII anjlok Rp14.525 ke level Rp200.000 per saham, MKPI turun Rp350 ke Rp24.000, serta SSTM terkoreksi Rp270 ke Rp2.500 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham DEWA menjadi yang teraktif dengan 189.432 kali transaksi senilai Rp1,7 triliun, disusul HUMI sebanyak 180.267 kali senilai Rp798 miliar, dan BUMI dengan 100.096 kali transaksi senilai Rp1,02 triliun.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yang naik 2,58%, Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menguat 2,17%, dan Vale Indonesia Tbk (INCO) yang naik 1,97%.

Sementara itu, saham LQ45 yang menjadi pemberat indeks antara lain Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang merosot 6,94%, Indosat Tbk (ISAT) turun 4,92%, serta Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang melemah 4,55%.

Dengan penutupan ini, IHSG mengakhiri tahun 2025 di level tinggi, mencerminkan dinamika pasar yang tetap aktif meski dibayangi aksi ambil untung menjelang pergantian tahun.