Incar Cuan dari Gig Economy, Pemerintah Dorong Masyarakat Bekerja dari Mall

EmTrust - Pemerintah terus berupaya memaksimalkan potensi liburan Natal dan Tahun baru (Nataru) untuk dapat menggenjot perekonomian nasional secara keseluruhan. Salah satunya dengan menginisiasi p...

Incar Cuan dari Gig Economy, Pemerintah Dorong Masyarakat Bekerja dari Mall
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Pemerintah terus berupaya memaksimalkan potensi liburan Natal dan Tahun baru (Nataru) untuk dapat menggenjot perekonomian nasional secara keseluruhan.

Salah satunya dengan menginisiasi program Work Form Mall (WFM), yang notabene merupakan turunan dari imbauan sebelumnya, di mana pemerintah berharap kalangan swasta dapat mengizinkan para karyawannya untuk bekerja dari mana saja (Work From Anywhere/WFA) selama momen Libur Nataru berlangsung.

Dengan mendorong masyarakat untuk dapat menjalankan WFA, termasuk WFM, pemerintah berharap dapat mendongkrak konsumsi, sehingga transaksi yang terjadi sepanjang liburan juga ikut terkatrol nasik, yang bermuara pada pertumbuhan ekonomi nasional.

"Saat ini kita tahu mall bukan hanya tempat berbelanja. Ada banyak lagi kegiatan bisa dilakukan di sana, termasuk aktivitas ekonomi maupun bekerja. Ini juga sejalan dengan paket ekonomi pemerintah nomor depan, yaitu gig economy," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam keterangan resminya, akhir pekan lalu.

Menurut Airlangga, basis utama dari geliat gig economy adalah keberadaan generasi muda, dengan budaya dan karakteristik kerja yang sangat dinamis, sehingga bahkan bisa dikerjakan dari mana saja.

Karenanya, pemerintah telah berkoordinasi dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) agar dapat mendukung program pemerintah kali ini, dengan turut mempersiapkan beragam kebutuhan sarana penunjang WFM di mall masing-masing.

"Kami sudah meminta Hippindo agar para anggotanya dapat ikut menyediakan lokasi berikut sarana yang mendukung untuk kegiatan bekerja," ujar Airlangga.

Sejauh ini, Airlangga menyebut bahwa sudah ada sejumlah mall yang sebelumnya telah secara sukarela menyediakan workstation untuk para pengunjung mall yang ingin menggarap pekerjaannya.

Selain ketersediaan tempat, Airlangga juga mengaku telah mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) untuk meminta para pemilik tenant di mall agar dapat menyediakan beragam paket promo dan diskon untuk lebih memeriahkan aktivitas jual-beli di akhir 2025 ini.

"Jadi ini adalah kolaborasi bersama antara pemerintah daerah dan pusat, anak muda disediakan mentor, meja, Wi-Fi dan kopi. Mereka silakan berkreasi selama satu tahun, kalau mereka punya produk nanti kita berikan kredit usaha rakyat dengan anggaran Rp10 triliun," ujar Airlangga.

(Tantra Deepa Rastafari)