IHSG Ambruk 2,8% di Sesi I, Semua Sektor Merah!

Tekanan jual di pasar saham Indonesia kian membesar pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk tajam pada akhir perdagangan sesi I Jumat (6/2/2026),

IHSG Ambruk 2,8% di Sesi I, Semua Sektor Merah!
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Tekanan jual di pasar saham Indonesia kian membesar pada perdagangan akhir pekan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup ambruk tajam pada akhir perdagangan sesi I Jumat (6/2/2026), seiring aksi jual masif yang melanda hampir seluruh saham.

IHSG tercatat anjlok 229,46 poin atau 2,83% dan terperosok ke level 7.874,41, mencerminkan memburuknya sentimen pasar sejak awal perdagangan.

Pelemahan IHSG terjadi secara menyeluruh, di mana seluruh indeks sektoral bergerak di zona merah. Tekanan terdalam dialami sektor barang konsumen siklikal yang ambruk 5,43%, disusul sektor perindustrian yang turun 4,70%, serta sektor barang baku yang terkoreksi 4,17%.

Aksi jual yang agresif juga tercermin dari melemahnya breadth pasar. Hingga sesi I berakhir, volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 22,23 miliar saham dengan nilai transaksi Rp10,46 triliun. Hanya 89 saham yang menguat, sementara 671 saham melemah dan 57 saham stagnan, menegaskan dominasi tekanan jual di lantai bursa.

Di tengah pasar yang memerah, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mampu bertahan di zona hijau. Top gainers LQ45 diisi oleh Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) yang naik 1,98%, Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menguat 1,22%, serta Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) yang bertambah 1,05%.

Sebaliknya, tekanan jual paling dalam di jajaran LQ45 terjadi pada Barito Pacific Tbk (BRPT) yang anjlok 8,33%, disusul Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melemah 6,67%, serta Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang turun 6,15%.