CGS Masuk! Ini Struktur Baru Saham DEWA

PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaporkan perubahan struktur kepemilikan saham dalam Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Desember 2025.

CGS Masuk! Ini Struktur Baru Saham DEWA
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - PT Darma Henwa Tbk (DEWA) melaporkan perubahan struktur kepemilikan saham dalam Laporan Bulanan Pemegang Efek per 31 Desember 2025. Data tersebut menunjukkan adanya pergeseran signifikan pada komposisi pemegang saham, termasuk masuknya pemegang saham baru di atas 5% serta penurunan porsi saham free float.

Berdasarkan laporan yang disampaikan Perseroan, PT CGS International tercatat sebagai pemegang saham baru dengan kepemilikan 2,24 miliar saham atau setara 5,53%. Sebelumnya, CGS tidak tercatat dalam daftar pemegang saham utama DEWA.

Sementara itu, kepemilikan PT Andhesti Tungkas tercatat mengalami penurunan dari sebelumnya 3,80 miliar saham (9,33%) menjadi 3,47 miliar saham (8,54%). Adapun pemegang saham besar lainnya seperti Goldwave Capital Limited, Zurich Asset International, dan CIMB Securities tercatat relatif tidak mengalami perubahan porsi kepemilikan.

Menariknya, laporan tersebut juga mencatat kemunculan saham treasury sebanyak 372,09 juta saham atau sekitar 0,91% dari total saham tercatat, yang sebelumnya nihil. Kehadiran saham treasury ini turut memengaruhi struktur free float Perseroan.

Porsi saham free float DEWA tercatat turun dari sebelumnya 68,73% menjadi 63,08%. Secara jumlah, saham free float berkurang dari 27,96 miliar saham menjadi 25,66 miliar saham, meski total saham tercatat di Bursa tetap di level 40,68 miliar saham.

Penyusutan free float ini menjadi sorotan pasar, mengingat free float merupakan salah satu indikator penting dalam menilai likuiditas saham serta daya tarik bagi investor institusi.

Di sisi lain, jumlah pemegang saham DEWA justru melonjak signifikan. Per akhir Desember 2025, jumlah pemegang saham tercatat mencapai 136.847 investor, naik tajam 58.096 investor dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 78.751 investor.

Lonjakan ini mengindikasikan meningkatnya minat investor ritel terhadap saham DEWA, seiring tingginya aktivitas perdagangan dalam beberapa waktu terakhir.

Sedangkan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari DEWA adalah Nirwan Dermawan Bakrie.

Pada perdagangan Rabu (7/1), saham DEWA naik 1,23 persen ke level Rp825. Dalam sepekan naik 22,2 persen dari harga Rp675 pada 30 Desember 2025.

Dalam sebulan naik 80,1 persen dari harga Rp458 pada 8 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 345 persen dari harga Rp185 pada 7 Juli 2025.