Terancam Delisting, Emiten Ini Malah Bukukan Laba 2024
PT Pollux Properties Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp22,72 miliar sepanjang tahun 2024, melonjak 88,6% secara tahunan (year on year/YoY)
EmTrust Emitennews.com - Emiten pogensi delisting PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) membukukan laba bersih Rp22,72 miliar sepanjang tahun 2024, melonjak 88,6% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan laba bersih 2023 yang sebesar Rp12,05 miliar. Kenaikan laba ini terjadi di tengah penurunan pendapatan perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2024 yang di rilis Jumat (23/1) emiten properti berkode saham POLL tersebut mencatat pendapatan neto Rp161,92 miliar, turun 46,8% YoY dari Rp304,47 miliar pada tahun sebelumnya. Sejalan dengan turunnya pendapatan, beban pokok pendapatan juga menyusut 52,9% YoY menjadi Rp88,88 miliar.
Meski pendapatan tertekan, perseroan masih mampu menjaga laba bruto Rp73,04 miliar, hanya turun 36,9% YoY dari Rp115,76 miliar pada 2023. Margin laba terjaga berkat efisiensi beban operasional.
Dari sisi biaya, beban penjualan dan pemasaran ditekan tajam 84,5% YoY menjadi Rp648,55 juta. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun 41,0% YoY menjadi Rp33,28 miliar. Selain efisiensi, Pollux juga membukukan keuntungan penjualan investasi saham Rp13,34 miliar, yang pada tahun sebelumnya tidak ada.
Perseroan turut mencatat bagian laba dari entitas asosiasi Rp7,78 miliar, meski turun 73,1% YoY dibandingkan Rp28,92 miliar pada 2023. Dengan dukungan pos tersebut, laba usaha tercatat Rp60,86 miliar, hanya turun tipis 6,8% YoY.
Setelah memperhitungkan beban keuangan dan pajak penghasilan final, laba bersih tahun berjalan tercatat Rp22,72 miliar. Laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp18,71 miliar, naik 34,5% YoY.
Dari sisi neraca, total aset Pollux Properties per akhir 2024 tercatat Rp2,62 triliun, turun 41,9% YoY dari Rp4,51 triliun pada akhir 2023. Penurunan aset terutama berasal dari persediaan yang merosot 72,2% YoY serta penurunan aset lancar lainnya.
Di sisi lain, perseroan berhasil memangkas total liabilitas secara agresif sebesar 68,3% YoY, dari Rp2,36 triliun menjadi Rp748,47 miliar. Penurunan liabilitas ini terutama berasal dari berkurangnya utang bank dan pendapatan diterima dimuka.
Seiring itu, total ekuitas tercatat Rp1,87 triliun, turun 12,8% YoY, dengan ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,59 triliun atau naik tipis dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi arus kas, arus kas bersih dari aktivitas operasi berbalik positif menjadi Rp11,88 miliar, dibandingkan arus kas negatif Rp22,96 miliar pada 2023. Namun, kas dan setara kas akhir tahun turun 71,4% YoY menjadi Rp10,34 miliar akibat pembayaran pinjaman dan aktivitas pendanaan.
Sebagai informasi Saham POOL masuk dalam kategori potensi delisting karena telah mengalami suspensi (penghentian sementara) perdagangan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai 5 tahun hingga pertengahan 2025.
Pemegang saham per 30 November 2023 adalah sebagai berikut:
PT Asabri (Persero) sebanyak 173.941.500 saham atau 7,43%.
Kejaksaan Agung ssbanyak 625.918.824 atau 26,73%
PT Advista Multi Artha*) sebanyak 76.913.964 sabam atau 3,29%.
Masyarakat ssbanyam 1.464.591.976 saham atau 62,55%.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan