Sumber Pendapatan Hilang, Kelangsungan Usaha SMRU Terancam?
EmTrust - PT SMR Utama Tbk (SMRU) melaporkan kejadian material terkait pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara pada anak usahanya, PT Ricobana Abadi (RBA). Berdasarkan laporan keterbukaa...
EmTrust EmTrust - PT SMR Utama Tbk (SMRU) melaporkan kejadian material terkait pengakhiran Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara pada anak usahanya, PT Ricobana Abadi (RBA).
Berdasarkan laporan keterbukaan informasi tertanggal 12 Januari 2026, permohonan pengakhiran kontrak tersebut telah terjadi sejak 9 Januari 2026. Kejadian ini diklasifikasikan sebagai fakta material yang dapat menyebabkan bertambahnya kewajiban keuangan atau penurunan pendapatan emiten secara signifikan.
Manajemen SMRU mengungkapkan bahwa terminasi kontrak ini berdampak langsung pada hilangnya sumber pendapatan Perseroan secara konsolidasi. Hal ini menjadi sangat krusial karena perjanjian jasa penambangan milik PT Ricobana Abadi tersebut merupakan satu-satunya sumber pendapatan yang diandalkan perusahaan saat ini. Dengan hilangnya kontrak tersebut, performa keuangan konsolidasi dipastikan akan mengalami tekanan hebat.
Secara operasional, berakhirnya kerja sama ini mengancam kelangsungan usaha (going concern) emiten mengingat ketiadaan sumber pemasukan lain di luar kontrak tersebut. Meskipun manajemen menyatakan tidak ada dampak hukum yang timbul dari pengakhiran ini, dampak terhadap kegiatan operasional tidak dapat dihindari. Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan batu mangan melalui anak perusahaan ini kini berada dalam posisi yang menantang untuk mempertahankan bisnisnya.
- IHSG Ditutup Ambles 1,37% ke 8.280, 10 Sektor Rontok!
- OCBC NISP Siapkan Buyback Saham Rp1M dari Kas
- Emiten Potensi Delisting Ini Ungkap Tak Milik Pengendali
- Bos MDKA Asal Inggris Makin Rajin Borong Saham di Pasar
- RMKE Tunda Penerbitan Obligasi Rp600M, Ada Apa?
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru