Pertegas Dominasi, Binance Catat Rekor Inflow Sepanjang 2025 hingga Tembus Rp19.527 Triliun

EmTrust - Perusahaan exchange kripto terbesar di dunia, Binance, kembali mempertegas dominasinya sebagai pusat likuiditas utama di industri aset kripto global. Sebagaimana terlihat dari data terba...

Pertegas Dominasi, Binance Catat Rekor Inflow Sepanjang 2025 hingga Tembus Rp19.527 Triliun
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Perusahaan exchange kripto terbesar di dunia, Binance, kembali mempertegas dominasinya sebagai pusat likuiditas utama di industri aset kripto global.

Sebagaimana terlihat dari data terbaru yang baru saja dirilis oleh CryptoQuant, total arus masuk (inflow) aset kripto ke Binance sepanjang 2025 lalu telah mencapai USD1,17 triliun, atau setara dengan Rp19.527 triliun.

Capaian tersebut sekaligus tercatat sebagai rekor capaian inflow aset kripto tertinggi sepanjang sejarah, unggul sekitar 31 persen dari catatan rekor inflow aset di 2024 lalu.

Tak hanya itu, capaian angka tersebut juga melampaui catatan inflow di sejumlah exchange besar lain, termasuk Coinbase yang mencatat arus masuk sebesar USD946 miliar atau sekitar Rp15.778 triliun.

Data ini mengindikasikan konsentrasi aliran modal yang cukup besar pada beberapa platform utama, seiring meningkatnya partisipasi pasar kripto secara global.

Dengan jumlah pengguna yang dilaporkan telah melampaui 300 juta akun secara global, data ini turut menggambarkan meningkatnya skala adopsi serta intensitas aktivitas perdagangan di ekosistem aset kripto.

Di segmen derivatif, CryptoQuant mencatat volume perdagangan perpetual futures di Binance mencapai USD24,6 triliun atau sekitar Rp410.205 triliun.

Angka ini meningkat dari USD21,2 triliun pada di sepanjang 2024 lalu. Sebagai perbandingan, OKX mencatat volume perdagangan perpetual futures sebesar USD10,9 triliun atau sekitar Rp181.758 triliun pada periode yang sama.

Selain dari sisi nilai transaksi, jumlah perdagangan perpetual juga mengalami pertumbuhan signifikan.

Total transaksi tercatat mencapai 49,6 miliar kali, meningkat 33 persen secara tahunan dan hampir tiga kali lipat dibandingkan level tahun 2022. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya intensitas aktivitas perdagangan derivatif di pasar kripto.

Di pasar spot, volume perdagangan yang tercatat di Binance mencapai USD6,82 triliun atau sekitar Rp113.743 triliun. Angka ini berada di atas volume spot sejumlah exchange besar lainnya, seperti Bybit yang mencatat sekitar USD1,4 triliun atau Rp23.345 triliun.

Di lain pihak, jumlah transaksi spot juga meningkat menjadi 24,1 miliar kali, naik empat persen dibanding jumlah transaksi pada tahun sebelumnya.

Secara lebih luas, data CryptoQuant menunjukkan tren peningkatan aktivitas perdagangan dan arus modal di pasar kripto. Konsentrasi likuiditas pada exchange besar berpotensi memengaruhi dinamika pasar, termasuk efisiensi harga serta proses price discovery di tingkat global.

(tantra deepa rastafari)