Pandu Ungkap Danantara Masuk Saham Fundamental

Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pelemahan pasar saham yang terjadi pada hari pertama perdagangan usai pengumuman akhir pekan lalu sebagai koreksi yang wajar, terutama pada saham-saham dengan valuasi tinggi.

Pandu Ungkap Danantara Masuk Saham Fundamental
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com- Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir, menilai pelemahan pasar saham yang terjadi pada hari pertama perdagangan usai pengumuman akhir pekan lalu sebagai koreksi yang wajar, terutama pada saham-saham dengan valuasi tinggi.

Menurut Pandu, meskipun secara trading aktivitas pasar terlihat menurun, terdapat sinyal positif berupa net foreign buy pada paruh pertama perdagangan.

“Dari sisi trading memang agak menurun, tapi yang positif kita melihat net foreign buy di first half,” ujar Pandu di gedung BEI, Senin (2/2).

Pandu mengungkapkan bahwa koreksi pasar saat ini didominasi oleh saham-saham yang sebelumnya memiliki valuasi sangat tinggi atau dinilai tidak investable, sementara saham-saham dengan fundamental kuat justru mencatatkan net buy, terutama oleh investor institusi.

“Yang terkoreksi itu saham-saham dengan valuasi amat tinggi. Sementara saham yang fundamentalnya baik, justru banyak dibeli institusi,” jelasnya.

Ia menilai pola ini sesuai dengan dinamika pasar yang sebelumnya telah dibahas bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Lebih lanjut, Pandu menegaskan bahwa Danantara juga telah aktif melakukan pembelian saham di pasar, dengan fokus pada perusahaan-perusahaan yang memiliki valuasi menarik, fundamental kuat, arus kas sehat, serta likuiditas yang baik.

“Kami di Danantara hari ini aktif di pasar, membeli saham-saham yang menurut kami valuasinya menarik, perusahaannya baik, cashflow-nya baik, fundamental dan likuiditasnya juga baik,” ujarnya.

Namun demikian, Pandu menegaskan bahwa Danantara tidak akan mengungkapkan secara rinci saham maupun sektor yang dibeli.

Pandu mengingatkan investor agar tidak terpaku pada pergerakan jangka pendek dan tetap berfokus pada investasi jangka menengah hingga panjang.

“Jangan hanya melihat short term. Investasi itu medium to long term. Saham dengan valuasi dan fundamental yang baik bisa menjadi peluang,” katanya.

Pandu juga mengapresiasi respons cepat regulator dan otoritas pasar modal dalam merespons dinamika pasar. Ia menyebut berbagai langkah telah disiapkan dalam waktu singkat, termasuk komunikasi intensif dengan regulator global seperti MSCI.

“Respons-nya sangat cepat, di bawah satu minggu. Ini menunjukkan keseriusan semua pihak dan bagian dari reformasi pasar modal Indonesia,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa penguatan keterbukaan informasi, struktur kepemilikan saham, dan free float menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.