Menguak Dibalik Hilangnya Azara Alpina dari Pemegang Saham MDIY

Manajemen MDIY ketika mencatatkan sahamnya di BEI.

Menguak Dibalik Hilangnya Azara Alpina dari Pemegang Saham MDIY
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrus - Transaksi jumbo di pasar negosiasi pada saham PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) menyebabkan nama Azara Alpina Sdn Bhd tidak lagi tercatat sebagai pemegang saham Perseroan. Namun, hal ini dinilai bukan merupakan kejadian luar biasa dan kendali Perseroan atau Ultimate Beneficiari Owner (UBO) tetap sama.

Sebagaimana dilaporkan dalam dokumen Keterbukaan Informasi (KI), transaksi di pasar negosiasi senilai Rp14 triliun tersebut merupakan bagian dari upaya restrukturisasi pemegang saham MDIY.

Adapun yang menjadi sorotan adalah hilangnya Azara Alpina Sdn Bhd yang sebelumnya bertindak sebagai pemegang saham pengendali (PSP). Per 30 November 2025, Azara Alpina Sdn Bhd tercatat mengempit 12,7 miliar saham MDIY atau setara dengan kepemilikan 50,57%.

Namun per 17 Desember 2025, entitas tersebut tak lagi menggenggam saham MDIY. Bersamaan, kepemilikan saham MDIY oleh MDIH (Singapore) Pte Ltd, Tan Yu Yeh, Suncoast Financial Investment Ltd, Tan Yu Wei, Maya Asia Limited dan Indosiam Pte. Ltd menjadi bertambah.

Adapun kepemilikan saham MDIY oleh MDIH (Singapore) Pte Ltd bertambah sebanyak 5,2 miliar menjadi 8,9 miliar sehingga porsi kepemilikan naik dari sebelum transaksi sebesar 14,67% menjadi 35,32%. Sementara Tan Yu Yeh yang sebelumnya mengempit hampir 1,9 miliar saham atau setara 7,48% bertambah hampir 1,7 miliar menjadi 3,5 miliar atau setara 14,07%.

Suncoast Financial Investment Ltd yang sebelumnya memegang 1,8 miliar saham atau setara 7,19% bertambah sebanyak 4,0 miliar menjadi 5,8 miliar saham sehingga kepemilikannya menjadi 23,16%.

Sisanya terdistribusi ke pemegang saham lain seperti Tan Yu Wei dengan penambahan 666 juta saham sehingga kepemilikan bertambah dari 2,94% menjadi 5,58%. Selanjutnya ada Ong Chu Jin Adrian yang sahamnya bertambah 33,6 juta menjadi 57,6 juta atau setara 0,23% dari sebelumnya 0,10% dan Indosiam Pte Ltd yang sahamnya bertambah hampir 18,2 juta menjadi 113 juta atau setara 0,45%, meningkat dari sebelumnya 0,38%.

Analis Abdul Azis dari Kiwoom Sekuritas menilai bahwa restrukturisasi di level pemegang saham adalah hal yang lumrah terjadi. Ia juga menerangkan bahwa MDIH (Singapore) Pte Ltd, Suncoast Financial Investment Ltd dan Tan Yu Wei sebenarnya masih terafiliasi dengan Tan Yu Yeh sebagai pendiri MR DIY, perusahaan ritel asal Negeri Jiran yang ekspansi ke Indonesia.

“Ini konteksnya restrukturisasi di level pemegang saham saja dan bukan exit, toh entitas yang bertambah kepemilikannya masih terafiliasi dengan pengendali dan UBO yaitu Tan Yu Yeh, bahkan Ia [Tan Yu Yeh] sendiri kepemilikannya bertambah, ini justru mencerminkan struktur pengendalian yang lebih clear” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa investor tak perlu khawatir soal restrukturisasi pemegang saham karena kontrol dan UBO tetap sama. Fokus justru ke kinerja dan prospek MDIY untuk sisa tahun 2025 dan setahun ke depan yaitu tahun 2026. Selain restrukturisasi pemegang saham, MDIY juga belakangan mengumumkan resmi membuka toko ke-1.200 di Sumbawa pada Desember 2025. Pembukaan toko dinilai sebagai katalis positif untuk kinerja top-line MDIY. Di sisi lain momentum Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari pemerintah juga menambah rentetan katalis positif untuk kinerja bisnis dan keuangan MDIY di sisa tahun 2025.

Azis berekspektasi, momentum pertumbuhan pendapatan dobel digit masih dapat dipertahankan di kuartal terakhir tahun ini serta di keseluruhan tahun buku 2025. Di sisi lain kemampuan MDIY untuk mempertahankan beban dan biaya membuat marjin laba operasional EBITDA tetap terjaga solid. Faktor inilah yang seharusnya menjadi fokus pelaku pasar dalam mencermati MDIY.

“Soal restrukturisasi sudah clear dan tidak berdampak ke operasional maupun keuangan MDIY karena levelnya di pemegang saham. Kinerja 9M25 tetap solid dan outlook untuk ritel akhir tahun tetap positif. Ini yang terpenting” pungkas Azis.