IHSG Turun 0,60% di Sesi I, Delapan Sektor Jadi Pemberat
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (27/1/2026). IHSG terkoreksi 0,60% atau turun 53 poin ke level 8.921,66
EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada penutupan perdagangan sesi pertama Selasa (27/1/2026). IHSG terkoreksi 0,60% atau turun 53 poin ke level 8.921,66, seiring tekanan jual yang meluas di sejumlah sektor utama.
Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan pada delapan indeks sektoral yang bergerak di zona merah. Sektor perindustrian mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan 3,45%, disusul sektor barang baku yang melemah 2,10%, serta sektor properti dan real estate yang turun 1,26%.
Tekanan juga terjadi pada sektor keuangan yang terkoreksi 1,02%, sektor kesehatan turun 0,85%, barang konsumer primer melemah 0,47%, transportasi turun 0,07%, dan energi yang melemah tipis 0,05%.
Di tengah tekanan pasar, terdapat tiga sektor yang mampu bergerak di zona hijau. Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 0,97%, diikuti barang konsumer non-primer yang naik 0,81%, serta sektor infrastruktur yang menguat 0,76%.
Aktivitas perdagangan hingga sesi pertama terpantau cukup aktif. Total volume transaksi mencapai 33,23 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp15,11 triliun. Tercatat 232 saham menguat, 441 saham melemah, dan 130 saham stagnan, menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pasar.
Dari sisi saham individual, beberapa emiten mencatatkan penguatan harga. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp4.950 ke level Rp115.575 per saham, ARKO menguat Rp1.050 menjadi Rp10.500 per saham, serta SMAR naik Rp725 ke Rp6.225 per saham.
Sementara itu, tekanan jual menekan sejumlah saham lainnya. Multipolar Technology Tbk (MLPT) turun Rp3.375 ke Rp62.375 per saham, POLU melemah Rp1.925 ke Rp21.475, dan United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp1.550 menjadi Rp25.725 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi saham teraktif dengan frekuensi 92.743 kali transaksi dan nilai mencapai Rp1,2 triliun. Selanjutnya JAST diperdagangkan sebanyak 76.619 kali senilai Rp179 miliar, serta INET dengan 60.705 kali transaksi senilai Rp453 miliar.
Pada kelompok saham unggulan LQ45, tekanan jual terbesar dialami Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang turun 5,86% ke Rp2.250 per saham, disusul Astra International Tbk (ASII) yang melemah 5,82% ke Rp6.475, serta United Tractors Tbk (UNTR) yang turun 5,68% ke Rp25.725 per saham.
Sebaliknya, saham LQ45 yang mencatatkan penguatan dipimpin oleh Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang naik 4,90% ke Rp300 per saham, diikuti Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang menguat 4,50% ke Rp115.575, serta Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang naik 3,47% ke Rp1.045 per saham.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru