IHSG Terkoreksi 0,20 Persen, BUMI Ambruk Hampir 10%
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan di zona merah pada penutupan Kamis (22/1/2026). IHSG ditutup melemah 18,14 poin atau 0,20% ke level 8.992,18
EmTrust Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus mengakhiri perdagangan di zona merah pada penutupan Kamis (22/1/2026). IHSG ditutup melemah 18,14 poin atau 0,20% ke level 8.992,18, seiring meningkatnya tekanan jual pada sejumlah saham berbasis komoditas dan teknologi.
Sepanjang perdagangan hari ini, pergerakan IHSG cenderung fluktuatif. Dari sisi sektoral, hanya lima indeks sektoral yang mampu bertahan di zona hijau, sementara enam sektor lainnya tergelincir ke area negatif.
Penguatan terbesar dicatatkan oleh sektor barang konsumen siklikal yang naik 1,47%, diikuti sektor infrastruktur yang menguat 1,38%, serta sektor properti yang naik tipis 0,09%.
Sebaliknya, tekanan terdalam dialami oleh sektor energi yang anjlok 1,86%, disusul sektor teknologi yang melemah 1,70%, dan sektor perindustrian yang turun 0,97%.
Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai. Total volume transaksi mencapai 71,74 miliar saham dengan nilai perdagangan sebesar Rp37,49 triliun. Tercatat 345 saham menguat, 331 saham melemah, dan 128 saham stagnan.
Di jajaran saham unggulan LQ45, sejumlah emiten mencatatkan penguatan signifikan. Indosat Tbk (ISAT) memimpin top gainers dengan lonjakan 8,52%, disusul Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang naik 8,50%, serta Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang menguat 7,83%.
Namun, tekanan jual juga cukup dalam pada beberapa saham LQ45. Bumi Resources Tbk (BUMI) menjadi top loser setelah ambles 9,84%, diikuti Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 3,85%, dan Surya Citra Media Tbk (SCMA) yang melemah 3,18%.
Saham-saham yang yang mengalami kenaikan harga diantaranya DSSA sebesar Rp3.250 menjadi Rp108.300 per lembar dan PGUN sebesar Rp2.275 menjadi Rp13.725 lembar serta UANG sebesar Rp1.250 menjadi Rp7.075 per lembar.
Saham-saham yang mengalami penurunan harga diantaranya DCII sebesar Rp4.725 menjadi Rp215.275 per lembar dan PTRO sebesar Rp1.600 menjadi Rp10.775 serta RISE sebesar Rp650 menjadi Rp6.150 per lembar.
Saham-saham yang teraktif diperdagangkan diantaranya BUMI sebanyak 343.691 kali senilai Rp4,12 triliun kemudian LPKR sebanyak 117.344 kali senilai Rp663 miliar dan DEWA sebanyak 100.286 kali senilai Rp905 miliar.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru