IHSG Rontok 7,3%, Semua Sektor Ambruk Gara-Gara MSCI

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada perdagangan sesi pertama Rabu (28/1/2026), seiring keputusan MSCI yang membekukan sementara perubahan indeks di pasar modal Indonesia. Sentimen tersebut langsung memicu tekanan jual masif di hampir seluruh saham.

IHSG Rontok 7,3%, Semua Sektor Ambruk Gara-Gara MSCI
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terjun bebas pada perdagangan sesi pertama Rabu (28/1/2026), seiring keputusan MSCI yang membekukan sementara perubahan indeks di pasar modal Indonesia. Sentimen tersebut langsung memicu tekanan jual masif di hampir seluruh saham.

IHSG merosot tajam 7,34% atau anjlok 659 poin ke level 8.321,21 pada perdagangan sesi I. Seluruh indeks sektoral terpantau bergerak di zona merah dan menjadi pemberat utama pergerakan indeks.

Sektor infrastruktur mencatatkan penurunan terdalam dengan koreksi 10,19%, disusul sektor energi yang melemah 9,68% dan sektor barang baku yang turun 7,80%. Tekanan juga melanda sektor properti dan real estate yang terkoreksi 7,41%, sektor transportasi turun 6,72%, sektor perindustrian melemah 6,57%, serta sektor teknologi yang turun 6,28%.

Aktivitas perdagangan saham terpantau sangat ramai di tengah tekanan pasar. Hingga siang ini, total volume transaksi mencapai 42,18 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp30,05 triliun. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 764 saham melemah, hanya 30 saham yang menguat, dan 10 saham stagnan.

Di tengah koreksi tajam, sejumlah saham masih mampu mencatatkan penguatan harga. Saham Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp225 menjadi Rp23.725 per saham, PT Boga Group Tbk (BOGA) menguat Rp205 ke level Rp1.640 per saham, serta PT Charnic Capital Tbk (NICK) naik Rp135 menjadi Rp1.370 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual besar-besaran menyeret sejumlah saham unggulan. Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) anjlok Rp17.400 ke Rp98.600 per saham, DCI Indonesia Tbk (DCII) turun Rp10.675 ke Rp209.100 per saham, serta Multipolar Technology Tbk (MLPT) melemah Rp3.100 menjadi Rp57.500 per saham.

Dari sisi aktivitas perdagangan, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif dengan frekuensi transaksi mencapai 157.914 kali dan nilai transaksi Rp4,2 triliun. Disusul PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang diperdagangkan 94.434 kali senilai Rp571 miliar, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan 93.232 kali transaksi senilai Rp1,6 triliun.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, tekanan paling dalam dialami Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang anjlok 15% ke Rp98.600 per saham. Selanjutnya XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melemah 14,92% ke Rp3.820 per saham, serta Barito Pacific Tbk (BRPT) yang turun 14,81% ke level Rp2.300 per saham.