IHSG Ditutup Rontok 4,88%, 720 Saham Tersungkur

Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan tekanan berat hingga berujung penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG tak mampu bangkit dan ditutup rontok

IHSG Ditutup Rontok 4,88%, 720 Saham Tersungkur
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com- Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka dengan tekanan berat hingga berujung penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sepanjang perdagangan Senin (2/2/2026), IHSG tak mampu bangkit dan ditutup rontok 406,87 poin atau 4,88% ke level 7.922,73.

Tekanan jual terjadi merata di seluruh sektor. Tidak ada satu pun indeks sektoral yang selamat dari koreksi, mencerminkan kuatnya aksi distribusi investor di awal pekan.

Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam sebesar 10,74%, diikuti barang konsumer non primer yang anjlok 7,67%, serta energi yang terkoreksi 7,66%. Sektor properti dan real estate ikut tertekan 6,27%.

Pelemahan juga melanda sektor transportasi yang turun 6,18%, infrastruktur melemah 6,06%, teknologi turun 6,04%, dan perindustrian terkoreksi 5,88%.

Sektor defensif pun tak luput dari tekanan. Keuangan tercatat turun 2,33%, diikuti barang konsumer primer sebesar 1,73%, serta kesehatan yang melemah 1,28%.

Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi saham di BEI mencapai 49,64 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp28,34 triliun. Tekanan jual sangat dominan, tercermin dari 720 saham melemah, sementara hanya 58 saham menguat dan 36 saham stagnan.

Di tengah pasar yang tertekan, sejumlah saham masih mencatatkan penguatan harga. EDGE melonjak Rp580 ke level Rp5.200 per saham, disusul Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik Rp475 ke Rp8.075 per saham, serta TCPI yang menguat Rp450 ke Rp10.750 per saham.

Sebaliknya, tekanan jual paling besar terjadi pada DSSA yang anjlok Rp12.300 ke Rp86.700 per saham, MLPT turun Rp6.800 ke Rp38.650, serta POLU yang merosot Rp3.225 ke Rp18.275 per saham.

Dari sisi frekuensi perdagangan, saham BUMI menjadi yang teraktif dengan 205.310 kali transaksi senilai Rp2,8 triliun, disusul ANTM sebanyak 110.363 kali senilai Rp1,4 triliun, dan ZATA dengan 93.966 kali transaksi senilai Rp177 miliar.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, tekanan jual terlihat signifikan. Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) anjlok 15% ke Rp595, Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) turun 14,95% ke Rp2.730, serta Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) melemah 14,87% ke Rp830 per saham.

Sementara itu, di sisi penguatan LQ45, AADI memimpin dengan kenaikan 6,25% ke Rp8.075, disusul Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang menguat 5,45% ke Rp2.030, serta Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang naik 5,35% ke Rp8.375 per saham.