IHSG Bangkit! Ditutup Level 8.122, BUMI Terbang 20%
Pasar saham Indonesia akhirnya menunjukkan pembalikan arah setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound kuat pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026).
EmTrust Emitentrust.com - Pasar saham Indonesia akhirnya menunjukkan pembalikan arah setelah mengalami tekanan tajam dalam beberapa hari terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan rebound kuat pada penutupan perdagangan Selasa (3/2/2026).
IHSG melonjak 199,86 poin atau 2,52% dan ditutup di level 8.122,59, menandai aksi beli besar-besaran investor usai koreksi dalam.
Penguatan IHSG terjadi secara merata di seluruh indeks sektoral, menjadi sinyal kuat kembalinya minat risiko di pasar. Sektor barang baku memimpin reli dengan lonjakan 6,52%, disusul sektor perindustrian yang menguat 5,42%, serta sektor teknologi naik 4,91%.
Sektor transportasi turut melesat 4,87%, diikuti properti dan real estate yang menguat 4,85%. Sementara itu, sektor energi naik 4,49% dan barang konsumer non primer menguat 2,67%.
Penguatan juga terlihat pada sektor defensif. Sektor kesehatan naik 2,05%, barang konsumer primer menguat 1,36%, infrastruktur naik 0,96%, dan keuangan bertambah 0,81%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, antusiasme investor tercermin pada lonjakan transaksi. Total volume perdagangan saham di BEI mencapai 60,36 miliar saham dengan nilai transaksi Rp28,96 triliun. Sebanyak 654 saham menguat, hanya 108 saham melemah, dan 56 saham stagnan.
Di jajaran saham unggulan, DCII kembali mencuri perhatian setelah melonjak Rp23.250 ke level Rp220.250 per saham. POLU menguat Rp3.650 ke Rp21.925, sementara DSSA naik Rp3.300 ke Rp90.000 per saham.
Namun, sejumlah saham masih berada dalam tekanan. SINI terkoreksi Rp1.900 ke Rp17.300, FILM turun Rp1.825 ke Rp10.500, dan MORA melemah Rp1.475 ke Rp8.450 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, BUMI menjadi saham teraktif dengan 249.585 kali transaksi senilai Rp3,2 triliun. Selanjutnya BIPI diperdagangkan sebanyak 134.183 kali senilai Rp892 miliar, serta BUVA dengan 99.325 kali transaksi senilai Rp1,15 triliun.
Pada jajaran saham unggulan LQ45, reli tajam dipimpin oleh Bumi Resources Tbk (BUMI) yang melesat 20,00% ke Rp264 per saham. Surya Citra Media Tbk (SCMA) menyusul dengan kenaikan 17,76% ke Rp252, sementara Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) menguat 10,06% ke Rp9.025 per saham.
Di sisi lain, Top losers LQ45 diisi oleh Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang terkoreksi 1,55% ke Rp2.540, Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun 1,43% ke Rp3.450, serta Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang melemah 1,20% ke Rp8.225 per saham.
- IHSG Ditutup Ambles 1,37% ke 8.280, 10 Sektor Rontok!
- OCBC NISP Siapkan Buyback Saham Rp1M dari Kas
- Emiten Potensi Delisting Ini Ungkap Tak Milik Pengendali
- Bos MDKA Asal Inggris Makin Rajin Borong Saham di Pasar
- RMKE Tunda Penerbitan Obligasi Rp600M, Ada Apa?
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru