Hijau Tipis di Penutupan, IHSG Bertahan di Atas 8.140
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan. Pada Rabu (4/2/2026) pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30% ke level 8.146,71
EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan penguatan hingga penutupan perdagangan. Pada Rabu (4/2/2026) pukul 16.00 WIB, IHSG ditutup menguat 24,12 poin atau 0,30% ke level 8.146,71, setelah melalui perdagangan yang cenderung fluktuatif sepanjang hari.
Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan sektoral yang tidak sepenuhnya solid. Sebagian indeks sektoral berhasil menopang laju indeks, dengan IDX Sektor Barang Baku menjadi motor utama setelah melonjak 3,32% di akhir perdagangan.
Selanjutnya, IDX Sektor Keuangan menguat 1,16%, IDX Sektor Perindustrian naik 0,72%, IDX Sektor Transportasi dan Logistik bertambah 0,17%, serta IDX Sektor Teknologi menguat tipis 0,03%.
Di sisi lain, tekanan jual masih cukup dominan di sejumlah sektor. IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah anjlok 4,02%. Disusul IDX Sektor Infrastruktur yang turun 2,41%, serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer melemah 1,63%.
Tekanan juga terjadi pada IDX Sektor Energi yang turun 1,16%, IDX Sektor Properti dan Real Estate melemah 0,79%, serta IDX Sektor Kesehatan yang terkoreksi 0,33%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi di BEI mencapai 45,07 miliar saham dengan nilai transaksi Rp25,48 triliun. Sebanyak 301 saham mencatatkan kenaikan harga, sementara 391 saham melemah dan 125 saham stagnan, menandakan pergerakan pasar yang masih cenderung selektif.
Sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. United Tractors Tbk (UNTR) melesat Rp1.675 ke level Rp27.850 per saham, RL Commercial Tbk (RLCO) naik Rp625 ke Rp7.000, serta Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat Rp600 ke Rp7.475 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual terjadi pada SINI yang turun Rp1.725 ke Rp15.575, FILM melemah Rp1.575 ke Rp8.925, serta POLU yang terkoreksi Rp1.350 ke Rp20.575 per saham.
Dari sisi frekuensi perdagangan, saham BIPI menjadi yang teraktif dengan 198.670 kali transaksi senilai Rp2,35 triliun. Selanjutnya HUMI diperdagangkan sebanyak 103.748 kali senilai Rp356 miliar, serta BIPI kembali tercatat aktif dengan 76.612 kali transaksi senilai Rp429 miliar.
Pada jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang melonjak 9,39%, diikuti Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) yang naik 8,73%, serta Barito Pacific Tbk (BRPT) yang menguat 7,58%.
Sementara itu, Top losers LQ45 diisi oleh Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 6,82%, Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) melemah 6,81%, serta Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang terkoreksi 3,48%.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru