Harga Saham Fluktuatif, Manajemen AISA Buka Suara Soal Potensi Aksi Korporasi
EmTrust - PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait fluktuasi tajam atau volatilitas transaksi efek yang terjadi pada saham perseroan. Dala...
EmTrust EmTrust - PT FKS Food Sejahtera Tbk (AISA) memberikan tanggapan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait fluktuasi tajam atau volatilitas transaksi efek yang terjadi pada saham perseroan. Dalam surat penjelasannya, manajemen produsen makanan ini memberikan sejumlah poin klarifikasi guna memberikan transparansi bagi para investor di pasar modal.
Melalui Sekretaris Perusahaan, Gerry Mustika, perseroan menegaskan bahwa hingga saat ini tidak mengetahui adanya informasi atau fakta material yang belum diungkapkan ke publik yang dapat memengaruhi nilai efek perusahaan. Perseroan mengonfirmasi telah mengungkapkan seluruh informasi relevan sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang berlaku mengenai keterbukaan informasi emiten.
Meski menyatakan belum ada informasi material yang mendesak, manajemen AISA mengungkapkan bahwa saat ini sedang mendiskusikan kemungkinan untuk mengadakan aksi korporasi. Namun, perseroan menekankan bahwa rencana tersebut masih berada dalam tahap inisiasi awal dan belum ada kepastian mengenai pelaksanaannya. Aksi tersebut diproyeksikan dapat dilakukan dalam kurun waktu tiga bulan mendatang atau lebih lama.
"Jika jadi dilaksanakan, perseroan akan memenuhi ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal dan memberitahukan kepada otoritas, baik BEI maupun OJK," jelas Gerry Mustika dalam keterangan tertulisnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tetap patuh pada regulasi pencatatan saham di bursa.
Terkait aktivitas pemegang saham, perseroan menyatakan tidak mengetahui adanya pergerakan atau aktivitas dari pemegang saham tertentu yang dapat memicu volatilitas transaksi tersebut. Penjelasan ini merujuk pada ketentuan pelaporan kepemilikan saham sebagaimana diatur dalam peraturan OJK terbaru.
Selain itu, berdasarkan konfirmasi dengan pemegang saham utama dan pengendali, manajemen melaporkan bahwa hingga saat ini belum ada rencana dari pihak pengendali terkait perubahan kepemilikan saham mereka di dalam perseroan. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi pasar mengenai adanya perubahan struktur kepemilikan besar dalam waktu dekat yang memicu gejolak harga saham.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan