Gunakan Metode DCF, Ini Proyeksi Kinerja Harta Djaya Karya (MEJA)

StockHaven - Emiten PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah mematangkan langkah ekspansi ke sektor pertambangan melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP). Nilai transaksi ini d...

Gunakan Metode DCF, Ini Proyeksi Kinerja Harta Djaya Karya (MEJA)
Bacakan Artikel

JALURDUA StockHaven - Emiten PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah mematangkan langkah ekspansi ke sektor pertambangan melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP). Nilai transaksi ini diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun, setara sekitar 15 kali lipat dari total aset perseroan per Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp107,08 miliar.

Dalam surat tanggapan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 13 Februari 2026, manajemen MEJA memaparkan latar belakang serta proyeksi atas rencana aksi korporasi tersebut.

Nilai akuisisi sebesar Rp1,6 triliun disebut merujuk pada kesepakatan awal yang mengacu pada transaksi serupa dengan pihak lain sebelumnya. Meski jauh lebih besar dibandingkan total aset perseroan saat ini, manajemen menegaskan bahwa nilai tersebut masih berpotensi berubah, mengikuti hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang tengah dalam proses penunjukan.

Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S, dalam keterbukaan informasi menyampaikan bahwa perseroan meyakini akuisisi 45% saham TCP akan memberikan manfaat valuasi yang konkret bagi perusahaan dan pemegang saham.

PT Trimitra Coal Perkasa (TCP) disebut memiliki potensi signifikan di sektor batu bara dengan aset berskala besar di Sumatera Selatan. Perusahaan ini mengantongi konsesi seluas sekitar 11.640 hektare dengan estimasi mineable coal resources mencapai kurang lebih 693,7 juta ton berdasarkan laporan konsultan independen Faan Grobelaar & Associates dari Afrika Selatan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2