Gunakan Metode DCF, Ini Proyeksi Kinerja Harta Djaya Karya (MEJA)

StockHaven - Emiten PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) tengah mematangkan langkah ekspansi ke sektor pertambangan melalui rencana akuisisi 45% saham PT Trimitra Coal Perkasa (TCP). Nilai transaksi ini d...

Gunakan Metode DCF, Ini Proyeksi Kinerja Harta Djaya Karya (MEJA)
Bacakan Artikel

TCP ditargetkan mulai berproduksi pada 2026 dan telah memiliki pembeli siaga (standby buyer), yakni Argo Energy Pte. Ltd. yang merupakan bagian dari Banpu Group, dengan kontrak selama satu tahun.

MEJA menjelaskan, transaksi akan dilakukan melalui mekanisme share swap inbreng saham secara bertahap, disesuaikan dengan perkembangan produksi TCP. Tahap pertama akuisisi ditargetkan terealisasi pada kuartal III 2026.

Menanggapi potensi reverse acquisition atau backdoor listing, manajemen menegaskan bahwa transaksi ini tidak akan mengubah pengendali perusahaan. Pemegang saham pengendali MEJA disebut tetap memegang kendali setelah proses akuisisi rampung.

Dalam proses valuasi, perseroan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) yang dinilai lebih konservatif karena bertumpu pada proyeksi kinerja operasional dan tidak terpengaruh volatilitas pasar saham. Proyeksi tersebut mengasumsikan harga jual batu bara sebesar USD 26 per ton, lebih rendah dari kisaran harga yang diinformasikan pihak TCP, yakni antara USD 28 hingga USD 32 per ton.

Langkah ini mencerminkan transformasi strategis MEJA, dari skala bisnis saat ini menuju kepemilikan aset sumber daya alam dalam waktu 12 bulan ke depan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2