Efek Merger MyRepublic Jadi Sorotan, Begini Peringkat MORA
Pemeringkat kredit PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratel).
EmTrust EmTrust - Pemeringkat kredit PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) menegaskan peringkat idA+ dengan prospek stabil untuk PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratel).
Pada saat yang sama, PEFINDO juga mempertahankan peringkat A+ untuk Sukuk Ijarah Berkelanjutan I dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan II yang diterbitkan oleh perusahaan.
PEFINDO menilai, rencana penggabungan usaha (merger) antara Moratel dan PT Eka Mas Republik (EMR)—yang beroperasi dengan merek MyRepublic—berpotensi memperkuat profil bisnis Moratel secara signifikan. Merger ini diperkirakan mampu meningkatkan skala usaha, memperluas cakupan geografis, serta memperkuat keunggulan strategis, operasional, teknis, dan finansial perusahaan.
Selain itu, penggabungan usaha tersebut juga membuka peluang dukungan yang lebih kuat dari grup usaha baru. Namun demikian, PEFINDO mengingatkan bahwa dalam jangka pendek, merger ini juga berpotensi membawa perubahan pada profil keuangan Moratel, terutama yang tercermin dari peningkatan leverage keuangan secara konsolidasi.
Dalam transaksi yang diusulkan, Moratel akan tetap menjadi entitas yang bertahan. Proses penggabungan usaha ini ditargetkan dapat terealisasi pada semester pertama 2026, dengan tetap memperhatikan persetujuan regulator dan pemegang saham. PEFINDO menyatakan akan terus memantau perkembangan dan implementasi rencana merger tersebut.
Lebih lanjut, peringkat Moratel saat ini mencerminkan posisi pasar yang kuat, arus kas yang stabil dari proyek Palapa Ring Barat dan Palapa Ring Timur, serta diversifikasi pelanggan dan layanan. Kendati demikian, peringkat tersebut masih dibatasi oleh ketatnya persaingan di industri fixed broadband serta risiko regulasi yang melekat pada ekspansi jaringan.
PEFINDO membuka peluang kenaikan peringkat apabila penggabungan usaha mampu menghasilkan penguatan yang material dan berkelanjutan terhadap profil bisnis dan keuangan Moratel. Indikasi dukungan kuat dari grup usaha baru, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, juga dapat menjadi katalis positif bagi peningkatan peringkat.
Sebaliknya, peringkat berpotensi diturunkan jika realisasi pendapatan atau EBITDA Moratel jauh di bawah target, atau apabila struktur permodalan dan perlindungan arus kas perusahaan melemah.
Sebagai informasi, Moratel merupakan penyedia infrastruktur dan layanan telekomunikasi. Per 30 September 2025, komposisi pemegang saham Moratel terdiri dari PT Candrakarya Multikreasi (40,83%), PT Gema Lintas Benua (30,18%), PT Smart Telecom (18,33%), dan publik (10,68%).
Saham MORA pada penutupan perdagangan akhir tahun 2025 naik 10,5 persen ke level Rp12.050.
Dalam sepekan terakhir melonjak 15,3 persen dari harga Rp10.450 pada 22 Desember 2025.
Dalam enam bulan terbang 2.651 persen dari harga Rp438 pada 1 Juli 2025.
Secara tahunan ((YTD) terbang 2.702 persen dari harga Rp438 pada awal Januari 2025.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan