Dorong Transparansi, CFX Luncurkan Laporan Data Industri Kripto

StockHaven - Dinamika perdagangan aset kripto di Indonesia yang terus berkembang pesat menuntut hadirnya informasi yang terpercaya dan terverifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan para pema...

Dorong Transparansi, CFX Luncurkan Laporan Data Industri Kripto
Bacakan Artikel

JALURDUA StockHaven - Dinamika perdagangan aset kripto di Indonesia yang terus berkembang pesat menuntut hadirnya informasi yang terpercaya dan terverifikasi. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan para pemangku kepentingan akan rujukan informasi pasar, PT Central Finansial X (CFX) sebagai pionir bursa aset kripto berizin di Indonesia merilis laporan “Perkembangan Data Industri Aset Kripto.”

Laporan yang akan dipublikasikan setiap bulan ini memuat rangkuman aktivitas transaksi secara menyeluruh yang terjadi di dalam ekosistem Bursa Kripto CFX. Data yang disajikan mencakup metrik dari pasar spot maupun pasar derivatif, seperti volume perdagangan, frekuensi transaksi, hingga jumlah konsumen aktif bulanan. Guna memastikan aksesibilitas informasi yang luas, data tersebut didistribusikan melalui situs web resmi dan kanal media sosial.

Direktur Utama Bursa Kripto CFX, Subani, menyampaikan bahwa penerbitan data industri ini merupakan wujud tanggung jawab CFX dalam menghadirkan ekosistem aset kripto yang berintegritas dan berkualitas. Publikasi ini menjadi bagian dari implementasi pilar utama bursa untuk mengedepankan transparansi data serta ketersediaan informasi bagi seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Sebagai bursa kripto, kami selalu berkomitmen menjaga kualitas ekosistem aset kripto melalui ketersediaan data transaksi yang valid dan transparan. Kami berharap data-data tersebut dapat menjadi rujukan objektif bagi masyarakat maupun konsumen dalam melihat kondisi pasar sebelum mengambil keputusan transaksi,” jelas Subani.

Berdasarkan laporan periode 1 hingga 28 Februari 2026, Bursa Kripto CFX mencatat terdapat 1.457 aset kripto dan 127 kontrak derivatif aktif yang diperdagangkan melalui 25 Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) terdaftar. Pada pasar spot, volume perdagangan selama Februari mencapai Rp24,33 triliun. Sementara itu, aktivitas di pasar derivatif mencatatkan volume perdagangan sebesar Rp3,88 triliun pada periode yang sama.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2