Didesak BEI, DADA Akui Pengendali Lepas Saham Rp40M Saat Harga Naik
PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penjualan jumbo saham oleh pemegang saham pengendali yang sempat memicu volatilitas
EmTrust Emitentrust.com - PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) merespons permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait penjualan jumbo saham oleh pemegang saham pengendali yang sempat memicu volatilitas perdagangan.
Dalam surat tanggapan yang disampaikan ke BEI Kamis (15/1), Meri Anggraini Corporate Secretary DADA menjelaskan bahwa penjualan 600 juta saham oleh PT Karya Permata Inovasi Indonesia (KPII) pada 8 Januari 2026 dilakukan semata-mata sebagai bagian dari strategi pengelolaan portofolio dan pemenuhan kebutuhan likuiditas internal KPII.
Meri menegaskan, aksi jual tersebut tidak didasarkan pada kondisi fundamental Perseroan maupun informasi material yang belum dipublikasikan.
“ Kegiatan operasional dan kinerja keuangan DADA disebut tetap berjalan normal,” tulis Meri.
Meri juga memastikan, berdasarkan konfirmasi kepada KPII pada 9 Januari 2026, tidak terdapat rencana penjualan saham lanjutan dan hingga saat ini, tidak ada perubahan atas sisa kepemilikan saham KPII di DADA.
Lebih lanjut, Meri menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengakibatkan perubahan pengendalian.
Struktur kepemilikan dan pengendalian Perseroan disebut tetap sama, tanpa adanya perjanjian atau tindakan yang mengarah pada pengalihan kendali.
Menanggapi sorotan Bursa terkait perbedaan waktu informasi ke bursa, DADA menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi murni karena perbedaan kronologi kejadian.
Surat permintaan penjelasan dari BEI diterima pada 7 Januari 2026, sementara transaksi penjualan saham baru terjadi pada 8 Januari 2026.
Selanjutnya, DADA menyampaikan tanggapan ke Bursa pada 9 Januari 2026 berdasarkan hasil konfirmasi KPII yang saat itu menyatakan tidak ada rencana transaksi lanjutan.
Adapun laporan perubahan kepemilikan saham baru disampaikan KPII kepada OJK dan BEI pada 12 Januari 2026 melalui keterbukaan informasi resmi.
DADA menegaskan perbedaan tersebut bersifat administratif dan prosedural, serta tidak mencerminkan ketidaksesuaian substansi informasi.
“ Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi material lain yang dapat memengaruhi kelangsungan usaha, kondisi keuangan, struktur pengendalian, maupun harga saham Perseroan,” tutup Meri.
Seperti diketahui PT Karya Permata Inovasi Indonesia selaku pemegang saham pengendali PT Diamond Citra Propertindo Tbk. (DADA) telah melakukan aksi jual saham pada 7 Januari 2026.
PT Karya Permata Inovasi Indonesia telah melepas sebanyak 600.000.000 lembar saham DADA dengan harga Rp67 per saham. Total nilai penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp40,2 miliar.
Sejak pengendali lepas saham DADA langsung anjlok ke Level Rp51 dari harga puncak Rp69 pada 8 Januari 2026.
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- Ini Profil Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo-Ketua DPD PSI Solo
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru