Bank Permata (BNLI) Catat Kenaikan Laba Terbatas di 2025
PT Bank Permata Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp3,587 triliun sepanjang tahun 2025, naik tipis 0,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,566 triliun.
EmTrust Emitentrust.com - PT Bank Permata Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp3,587 triliun sepanjang tahun 2025, naik tipis 0,6 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,566 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir 31 Desember 2025, yang diterbitkan Kamis (12/2) kinerja positif tersebut turut mendorong total laba komprehensif menjadi Rp4,323 triliun, meningkat dari Rp3,515 triliun pada tahun sebelumnya.
Dari sisi neraca, total aset Bank Permata meningkat menjadi Rp268,34 triliun per akhir 2025, naik dari Rp259,06 triliun pada 2024.
Pertumbuhan ditopang oleh penyaluran kredit yang naik menjadi Rp152,11 triliun (termasuk pihak berelasi), dibandingkan Rp143,85 triliun pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, efek-efek untuk tujuan investasi juga meningkat signifikan menjadi Rp74 triliun dari Rp64,19 triliun pada 2024.
Penghimpunan dana pihak ketiga menunjukkan dinamika menarik. Giro dan tabungan mengalami kenaikan, masing-masing menjadi Rp73,7 triliun dan Rp49,39 triliun.
Namun, deposito berjangka tercatat turun menjadi Rp69,67 triliun dari Rp83,14 triliun pada 2024.
Total liabilitas bank tercatat sebesar Rp222,49 triliun, naik dari Rp216,46 triliun tahun sebelumnya.
Pendapatan bunga dan syariah bersih tercatat Rp10,02 triliun. Sementara total pendapatan operasional mencapai Rp12,55 triliun, meningkat dari Rp12,08 triliun pada 2024.
Pendapatan transaksi perdagangan melonjak menjadi Rp381,75 miliar dari Rp227,75 miliar. Bank juga mencatat keuntungan penjualan efek investasi sebesar Rp509 miliar, berbalik dari rugi Rp57 miliar pada tahun sebelumnya.
Di sisi lain, beban operasional tercatat Rp7,92 triliun, naik dari Rp7,47 triliun, terutama berasal dari beban tenaga kerja dan administrasi.
Ekuitas Menguat ke Rp45,8 Triliun
Total ekuitas Bank Permata meningkat menjadi Rp45,84 triliun dari Rp42,60 triliun pada 2024.
Kenaikan ditopang oleh saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya yang naik menjadi Rp10,16 triliun.
Laba bersih per saham (EPS) tercatat sebesar Rp99 per saham, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya.
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- Ini Profil Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo-Ketua DPD PSI Solo