Askrindo Perkuat Ketahanan Operasional dan Kelangsungan Usaha melalui Kampanye Budaya BCMS
StockHaven - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan melalui penyelenggaraan Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS)...
JALURDUA StockHaven - PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) memperkuat ketahanan dan keberlanjutan operasional perusahaan melalui penyelenggaraan Kampanye Budaya Business Continuity Management System (BCMS) yang digelar di Graha Askrindo, Jakarta. Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis Askrindo dalam memastikan kesiapan perusahaan menghadapi berbagai potensi gangguan, khususnya risiko force majeure yang dapat berdampak pada stabilitas layanan dan kepercayaan pemangku kepentingan.
Direktur Kepatuhan, SDM, dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso, menyampaikan bahwa penerapan BCMS merupakan fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan proses bisnis perusahaan asuransi dan penjaminan di tengah dinamika risiko yang terus berkembang. Untuk itu, Askrindo secara konsisten menyiapkan tata kelola yang terintegrasi, mencakup kebijakan, infrastruktur, sumber daya manusia, teknologi informasi, hingga standar operasional, agar perusahaan tetap mampu beroperasi secara optimal dalam berbagai kondisi.
Penguatan penerapan BCMS di Askrindo saat ini difokuskan pada pengelolaan risiko gangguan yang berasal dari natural hazard seperti bencana alam yang berpotensi menimbulkan disrupsi operasional dan man-made seperti cyber attack. Sejumlah uji coba BCMS telah dilakukan di berbagai kantor cabang dan terbukti berjalan efektif, termasuk pada saat terjadi bencana gempa bumi, di mana skema keberlanjutan bisnis dapat diimplementasikan sesuai dengan rencana yang telah disusun.
"Risiko tidak bisa dihindari. Melalui BCMS, Askrindo memastikan telah memiliki tata cara yang jelas untuk menjaga keberlangsungan proses bisnis saat risiko terjadi. Yang terpenting, BCMS harus terus dilatih dan dibudayakan agar dapat dijalankan secara otomatis ketika dibutuhkan," jelas Mahelan.
Dalam kampanye awareness tersebut, Askrindo turut menghadirkan Dr. Ruben Damanik dari PT Reasuransi MAIPARK Indonesia sebagai narasumber untuk memberikan perspektif terkait risiko kegempaan dan implikasinya terhadap keberlanjutan bisnis. Ia menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia menuntut perusahaan untuk memiliki kesiapan operasional yang terencana dan berlapis.
- BPD Didorong Naik Kelas Jadi Orkestrator Ekonomi Daerah
- SIG Pertahankan Tren Positif, Hasil Transformasi Lampaui Rata-Rata Industri
- Langkah Nyata Dukung Pendidikan Berkualitas, Askrindo Hadirkan Mobil Pintar di J...
- Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini se...
- Roadshow BSI Scholarship 2026 di UI Perkuat Akses Pendidikan dan Literasi Ekonom...
- Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini se...
- Roadshow BSI Scholarship 2026 di UI Perkuat Akses Pendidikan dan Literasi Ekonom...
- Ditopang Kas Kuat dan Saham Undervalued, ASLC Jalankan Buyback untuk Jaga Stabil...
- Rumor MacBook Murah Berchip iPhone, Dampaknya bagi Pasar Indonesia
- Transaksi QRIS UMKM di Malang Raya Terus Meningkat
