ANJT Ungkap Kantongi Dana Jumbo Rp4,84T dari BRI

PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyampaika melalui perusahaan-perusahaan terkendalinya resmi memperoleh fasilitas term loan jumbo senilai total Rp4,845 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

ANJT Ungkap Kantongi Dana Jumbo Rp4,84T dari BRI
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) menyampaika melalui perusahaan-perusahaan terkendalinya resmi memperoleh fasilitas term loan jumbo senilai total Rp4,845 triliun dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Fasilitas pinjaman tersebut ditandatangani pada 19 Desember 2025 dan dilaporkan sebagai Transaksi Material sesuai ketentuan POJK No. 17/2020 serta Peraturan BEI I-E, karena nilainya melampaui 50% ekuitas Perseroan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Desember 2024.

Total fasilitas kredit tersebut dapat dimanfaatkan oleh empat perusahaan terkendali ANJT dengan rincian sebagai berikut:

PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM): Rp1,635 triliun

PT Kayung Agro Lestari (KALE): Rp1,39 triliun

PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA): Rp760 miliar

PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS): Rp1,06 triliun

Seluruh fasilitas ini berada dalam satu skema pembiayaan yang disediakan oleh BRI.

Berdasarkan perjanjian, fasilitas term loan tersebut dikenakan bunga 7,5% per tahun dengan jangka waktu hingga 19 Maret 2037, memberikan ruang pembiayaan jangka panjang bagi grup usaha ANJT.

Manajemen menjelaskan, transaksi ini bertujuan untuk mendukung pengelolaan keuangan dan kebutuhan operasional grup usaha secara lebih optimal dan efisien, khususnya di sektor perkebunan kelapa sawit dan industri minyak mentah kelapa sawit (CPO).

Meski masuk kategori transaksi material, fasilitas pinjaman ini dikecualikan dari kewajiban RUPS dan penilaian independen, karena merupakan pinjaman yang diterima langsung oleh perusahaan terkendali sebagaimana diatur dalam Pasal 11 huruf (b) POJK No. 17/2020.

Manajemen ANJT dalam keterangannya Akhir Pekan (19/12) menegaskan bahwa transaksi ini tidak mengandung benturan kepentingan dan bukan transaksi afiliasi, serta tidak menimbulkan dampak material yang merugikan terhadap kondisi keuangan ANJT.

Pada perdagangan akhir pekan (19/12) saham ANJT stagnan ke level Rp1.775 per lembar saham.Dalam sepekan terakhir drop 0,28 persen dari Harga Rp1.780 pada 15 Desember 2025.Da;am sebulan anjlok 9,44 pdersen dari Harga Rp1.960 pada 20 November 2025.