4 Saham Bangkit dari FCA Disorot, Satunya Grup Bakrie
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah mencermati pergerakan saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE), PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA), PT Sepatu Bata Tbk. (BATA), dan emiten grup Bakrie PT Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS) menyusul terjadinya peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
EmTrust Emitentrust.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah mencermati pergerakan saham PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk. (JGLE), PT Pool Advista Finance Tbk. (POLA), PT Sepatu Bata Tbk. (BATA), dan emiten grup Bakrie PT Indo Boga Sukses Tbk. (IBOS) menyusul terjadinya peningkatan harga saham di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).
BEI mencatat, informasi terakhir yang dipublikasikan oleh masing-masing perusahaan tercatat adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek per 9 Januari 2026, yang diumumkan melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia. Laporan tersebut mencakup saham JGLE, POLA, BATA, dan IBOS.
Pasca pengumuman UMA hari ini Selasa (13/1) saham JGLE grup Bakrie melonjak hingga menyentuh ARA ke level Rp82 per lembar.
JGLE dalam sepekan terakhir terbang 41,3 persen dari harga Rp58 pada 7 Januari 2026. Dalam sebulan naik 127 persen dari harga di FCA Rp36 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 811 persen dari harga Rp9 pada 14 Juli 2025.
POLA pasca UMA turun 1,30 persen ke level Rp76. Dalam sepekan terakhir terbang 18 persen dari harga Rp64 pada 7 Januari 2026. Dalam sebulan naik 58,3 persen dari harga di FCA Rp48 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 406 persen dari harga Rp15 pada 14 Juli 2025.
BATA pasca UMA naik 9, persen atau menyentuh ARA ke level Rp108. Dalam sepekan terakhir terbang 54,2 persen dari harga Rp70 pada 7 Januari 2026. Dalam sebulan naik 77,05 persen dari harga Rp61 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 116 persen dari harga Rp50 pada 14 Juli 2025.
IBOS pasca UMA turun 6,25 persen ke level Rp105. Dalam sepekan terakhir naik 12,7 persen dari harga Rp94 pada 7 Januari 2026. Dalam sebulan naik 36,3 persen dari harga Rp77 pada 15 Desember 2025. Dalam enam bulan terbang 278 persen dari harga di FCA Rp28 pada 14 Juli 2025.
BEI mengimbau investor agar mengkaji kembali setiap rencana aksi korporasi perusahaan tercatat, khususnya apabila aksi tersebut belum memperoleh persetujuan dari Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
BEI juga menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum mengambil keputusan investasi.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan