Transformasi Besar di Paperocks! Irsyad Hanif Jadi Dirut, Budi Aditya Masuk Komisaris

StockHaven - PT Paperocks Indonesia Tbk. (PPRI) resmi melakukan perombakan besar-besaran dalam jajaran direksi dan komisarisnya. Langkah strategis ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar...

Transformasi Besar di Paperocks! Irsyad Hanif Jadi Dirut, Budi Aditya Masuk Komisaris
Bacakan Artikel
  • Philip Sumali – Komisaris Utama
  • Budi Aditya Erna Mulyanto – Komisaris
  • Frezi Majesty – Komisaris Independen

Dewan Direksi:

  • Irsyad Hanif – Direktur Utama
  • Catur Jatiwaluyo – Direktur
  • Dillon Sutandar – Direktur

Profil Singkat Pengurus Baru

Budi Aditya Erna Mulyanto merupakan pendiri dan pemilik PT Remala Abadi Tbk. sejak 2015 serta Direktur PT Fiber Media Indonesia (FMI) sejak 2010. Ia dikenal sebagai sosok berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri telekomunikasi, infrastruktur IT, dan solusi digital. Visi besarnya adalah mempercepat transformasi digital nasional melalui pembangunan jaringan fiber optic dan pengembangan pusat data.

Frezi Majesty, kini menjabat CEO Pasifik Multi Global sejak 2024. Sebelumnya, ia pernah menjadi General Manager Engineering & Market Research di perusahaan yang sama (2021–2024) dan Senior Business Analyst di Astra Honda Motor (2015–2021). Frezi dikenal memiliki keahlian kuat dalam implementasi Industry 4.0 dan metode manajemen mutu seperti PDCA, DMAIC, hingga SWOT.

Sementara itu, Irsyad Hanif — kini Direktur Utama PPRI — memiliki pengalaman luas di dunia keuangan dan pasar modal. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama di beberapa perusahaan seperti PT Aman Agrindo Tbk. dan PT Nara Medika Perkasa, serta Direktur di PT Suttan Kapital Investama. Irsyad dikenal dengan kepemimpinannya dalam penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan manajemen risiko.


Kinerja Keuangan Meningkat

Seiring restrukturisasi manajemen, kinerja keuangan PPRI menunjukkan tren positif. Pada kuartal II-2025, perusahaan mencatat penjualan Rp78,42 miliar, naik 6,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp73,70 miliar.
Laba kotor (gross margin) juga meningkat menjadi Rp12,15 miliar, naik 3,62% dari Rp11,73 miliar di periode sebelumnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: