Reli Berlanjut, IHSG Ngegas 1,26 Persen di Sesi I
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa solid dan makin perkasa hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada Selasa (10/2/2026).
EmTrust Emitentrust.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa solid dan makin perkasa hingga penutupan perdagangan sesi pertama pada Selasa (10/2/2026). Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG tercatat menguat 100,879 poin atau 1,26% ke level 8.132,753.
Penguatan IHSG kali ini tergolong merata, seiring seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak di zona hijau. IDX Sektor Perindustrian menjadi penopang utama setelah melonjak 3,03% hingga akhir sesi pertama.
Selanjutnya, IDX Sektor Energi menguat 2,24%, IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer naik 2,10%, serta IDX Sektor Properti dan Real Estate yang turut menguat 2,07%.
Penguatan juga tercatat pada IDX Sektor Barang Baku yang naik 2,02%, IDX Sektor Infrastruktur menguat 1,66%, IDX Sektor Keuangan naik 1,47%, serta IDX Sektor Teknologi yang menguat 1,19%.
Sektor lainnya turut menopang laju IHSG, yakni IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang naik 1,16%, IDX Sektor Barang Konsumen Primer menguat 0,86%, serta IDX Sektor Kesehatan yang naik 0,23%.
Dari sisi aktivitas perdagangan, total volume transaksi bursa mencapai 26,93 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,02 triliun. Tercatat 572 saham menguat, 126 saham melemah, dan 118 saham stagnan, menandakan dominasi kuat sentimen positif di pasar.
Sejumlah saham mencatatkan lonjakan harga signifikan, di antaranya Multipolar Technology Tbk (MLPT) yang naik Rp2.675 menjadi Rp36.325 per saham, Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang melonjak Rp1.925 menjadi Rp11.625 per saham, serta SINI yang menguat Rp1.125 menjadi Rp12.500 per saham.
Sementara itu, saham yang mengalami penurunan harga antara lain Suryamas Dutamakmur Tbk (SMMA) turun Rp225 menjadi Rp13.675 per saham, Bayan Resources Tbk (BYAN) melemah Rp200 menjadi Rp14.125 per saham, dan SHIP yang turun Rp130 menjadi Rp4.110 per saham.
Aktivitas perdagangan paling ramai tercatat pada Bumi Resources Tbk (BUMI) dengan 121.008 kali transaksi senilai Rp1,7 triliun, disusul BUVA sebanyak 56.196 kali transaksi senilai Rp416 miliar, serta YELO dengan 48.323 kali transaksi senilai Rp97 miliar.
Pada jajaran saham unggulan LQ45, penguatan dipimpin oleh Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang melonjak 7,80%, Semen Indonesia Tbk (SMGR) naik 7,00%, serta Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) yang menguat 6,11%.
Sementara itu, saham yang berada di zona merah di indeks LQ45 antara lain Barito Pacific Tbk (BREN) yang turun 1,24%, Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) melemah 1,09%, dan Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang turun 0,94%.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru