PPGL Minta Restu Lepas Seluruh Saham JAYA Rp122 per Lembar
PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Rencana tersebut akan dimintakan restu
EmTrust Emitentrust.com - PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) akan melepas seluruh kepemilikan sahamnya di PT Armada Berjaya Trans Tbk (JAYA). Rencana tersebut akan dimintakan restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Independen yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Maret 2026.
Manajemen PPGL dalam pengumuman resmi Selasa (10/2) menyampaikan bahwa Rapat
Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) akan diselenggarakan pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 10.00 WIB di Kantor PT Prima Globalindo Logistik Tbk (eRUPS zoom online)
Adapun agenda RUPSLB meminta Persetujuan dan Pengesahan Pemegang Saham Perseroan atas Rencana Divestasi Saham Entitas Anak PT Armada Berjaya Trans Tbk.
Sebelumnya PPGL mengungkapkan akan menjual sebanyak 365.597.400 lembar saham JAYA atau setara 45,79% dari total modal ditempatkan dan disetor. Harga pelaksanaan ditetapkan sebesar Rp122 per saham, sehingga nilai transaksi diperkirakan mencapai Rp44,6 miliar.
Nilai transaksi tersebut tergolong signifikan karena mencapai 90,09% dari total aset konsolidasian PPGL per 30 September 2025. Dengan nilai sebesar itu, aksi korporasi ini dikategorikan sebagai transaksi material yang wajib mendapatkan persetujuan pemegang saham independen.
Menariknya, transaksi ini juga tergolong transaksi afiliasi. Pasalnya, pihak pembeli saham JAYA merupakan jajaran manajemen puncak PPGL sendiri, yakni Direktur Utama sekaligus pemegang saham pengendali Darmawan Suryadi SM serta Komisaris Utama JAP Astrid Patricia.
Darmawan diketahui menguasai 53,12% saham PPGL, sementara Astrid memegang 22,8%. Keduanya juga tercatat memiliki posisi strategis di PT Armada Berjaya Trans Tbk.
Meski melibatkan pihak terafiliasi, manajemen menegaskan tidak terdapat benturan kepentingan dalam transaksi ini. Perseroan menyatakan terdapat keselarasan kepentingan ekonomis antara pihak-pihak yang terlibat dengan perusahaan.
Langkah divestasi ini disebut menjadi bagian dari strategi perusahaan merespons tekanan yang tengah melanda industri jasa logistik. Manajemen mengungkapkan bahwa bisnis jasa PPGL mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan harga jasa freight forwarding dan pengiriman logistik, ditambah meningkatnya biaya operasional, turut menekan pendapatan jasa dan laba bersih konsolidasian perseroan.
Melalui aksi divestasi tersebut, PPGL berharap dapat memperkuat kondisi keuangan perusahaan. Dana hasil transaksi direncanakan akan digunakan sebagai tambahan modal kerja serta mendukung ekspansi layanan.
Pada perdagangan hari ini Selasa (10/2) saham JAYA naik 2,52 persen ke level Rp122.
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- Ini Profil Astrid Widayani, Wakil Wali Kota Solo-Ketua DPD PSI Solo
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru