Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini sebagai Peluang

StockHaven - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti tren pelemahan kepercayaan konsumen yang berlanjut dalam tiga bulan terakhir sebagai sinyal meningkatnya kehati-hatian rumah tangga di tengah...

Konsumsi Rumah Tangga Makin Defensif, Mirae Asset Sekuritas Tunjuk Sektor Ini sebagai Peluang
Bacakan Artikel

"Dinamika pasar tenaga kerja menjadi faktor paling menentukan saat ini. Tekanan tersebut diperparah oleh inflasi energi dan pelemahan rupiah yang mengerek harga barang impor, sehingga daya beli riil rumah tangga cenderung semakin tergerus. Pemulihan akan sangat bergantung pada stabilitas lapangan kerja, terkendalinya inflasi, serta kepastian arah kebijakan fiskal," tambah Novani.

Di sisi korporasi, Mirae Asset Sekuritas juga melihat potensi pemulihan pada sektor komoditas seiring kuatnya permintaan hilirisasi nikel. Hal ini tercermin dari peningkatan rekomendasi terhadap PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menjadi Buy dengan target harga Rp7.400 per saham.

Senior Research Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Muhammad Farras Farhan, menilai kinerja perseroan mulai menunjukkan perbaikan yang solid. Pendapatan kuartal IV-2025 tumbuh 17,8% secara tahunan menjadi USD285 juta, sementara laba bersih sepanjang 2025 meningkat 31,7% menjadi USD76 juta.

"Sektor nikel berada dalam fase yang menarik. INCO diuntungkan oleh premi bijih nikel yang masih tinggi dan diversifikasi pendapatan yang semakin kuat. Kami melihat 2026 sebagai tahun pembuktian bagi perseroan, dengan margin EBITDA diproyeksikan mencapai 33,3% dari 21,4% pada 2025," ujar Farras.

Ke depan, volume penjualan bijih nikel diproyeksikan melonjak 304% secara tahunan menjadi 9,4 juta wmt, didukung permintaan dari proyek High-Pressure Acid Leach (HPAL) dan potensi peningkatan persetujuan RKAB. Mirae Asset memproyeksikan EBITDA sebesar USD478 juta atau tumbuh 126% dan laba bersih USD242 juta atau melesat 218% secara tahunan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: