IHSG Tersendat di Sesi I, Mayoritas Sektor Kembali Merah
Laju penguatan pasar saham Indonesia kembali tertahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I Rabu (4/2/2026) setelah mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah.
EmTrust Emitentrust.com - Laju penguatan pasar saham Indonesia kembali tertahan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan sesi I Rabu (4/2/2026) setelah mayoritas indeks sektoral bergerak di zona merah.
IHSG terkoreksi 43,27 poin atau 0,53% dan parkir di level 8.079,32, seiring tekanan jual yang kembali mendominasi perdagangan.
Dari 11 indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia (BEI), hanya dua sektor yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor barang baku mencatatkan penguatan tertinggi sebesar 2,30%, disusul sektor keuangan yang naik tipis 0,11%.
Sementara itu, sembilan sektor lainnya terperosok ke zona merah. Tekanan terdalam terjadi pada sektor barang konsumen siklikal yang anjlok 4,17%, diikuti sektor infrastruktur yang melemah 2,20%, serta sektor energi yang turun 1,65%.
Aktivitas perdagangan cenderung melambat dibandingkan hari sebelumnya. Hingga sesi I berakhir, total volume transaksi tercatat 30,33 miliar saham dengan nilai transaksi Rp14,63 triliun. Sebanyak 418 saham melemah, sementara 269 saham menguat dan 127 saham stagnan.
Di tengah tekanan pasar, sejumlah saham masih mencatatkan kenaikan harga. United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp900 ke Rp27.075 per saham, SOHO menguat Rp580 ke Rp3.380, serta Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) naik Rp500 ke Rp23.975 per saham.
Sebaliknya, tekanan jual signifikan terlihat pada DSSA yang turun Rp2.550 ke Rp87.450, SINI melemah Rp1.725 ke Rp15.575, serta FILM yang terkoreksi Rp1.575 ke Rp8.925 per saham.
Dari sisi aktivitas perdagangan, BUMI kembali menjadi saham teraktif dengan 147.894 kali transaksi senilai Rp1,77 triliun. Selanjutnya HUMI diperdagangkan sebanyak 81.074 kali senilai Rp296 miliar, dan BIPI dengan 62.999 kali transaksi senilai Rp364,9 miliar.
Pada jajaran saham unggulan LQ45, tekanan jual dipimpin oleh Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 6,06%, disusul Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) yang melemah 4,93%, serta Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) yang terkoreksi 3,94%.
Sementara itu, Top gainers LQ45 diisi oleh Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melonjak 5,65%, Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) naik 5,45%, serta Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) yang menguat 4,63%.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan
- OJK Denda Tiga Pihak Transaksi Semu Saham IMPC Tahun 2016
- Grup Astra (AALI) Cetak Laba Rp1,5T Melonjak 28% di 2025
- Laba MMLP Anjlok 71,8% di 2025, Tinggal Rp70,7M!
- Emiten Milik Hapsoro (RAJA) Buka Data Free Float di Tengah Buyback
- Nilai Pasar Fantastis, PINTU Gas Listing Baru