IHSG Sesi I Bertahan di Atas 9.000, BBNI dan BMRI Ngebut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Kamis (15/1/2026).

IHSG Sesi I Bertahan di Atas 9.000, BBNI dan BMRI Ngebut
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih mampu mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan sesi pertama, Kamis (15/1/2026). IHSG menguat 14,25 poin atau 0,16% ke level 9.046,83.

Penguatan IHSG pada sesi pertama ini ditopang oleh sebagian indeks sektoral. Sektor dengan kinerja terbaik dicetak oleh IDX Sektor Barang Konsumen Non-Primer yang melonjak 1,56%.

Selanjutnya, IDX Sektor Keuangan menguat 0,91%, IDX Sektor Teknologi naik 0,62%, IDX Sektor Properti dan Real Estate menguat 0,30%, serta IDX Sektor Kesehatan yang naik 0,27%.

Di sisi lain, tekanan datang dari sejumlah sektor. IDX Sektor Perindustrian mencatat pelemahan terdalam setelah ambles 2,20%. Disusul IDX Sektor Barang Baku yang turun 1,09%, IDX Sektor Infrastruktur melemah 0,95%, dan IDX Sektor Energi turun 0,41%.

Pelemahan juga terjadi pada IDX Sektor Transportasi dan Logistik yang terkoreksi 0,13%, serta IDX Sektor Barang Konsumen Primer yang turun tipis 0,01%.

Dari sisi transaksi, total volume perdagangan saham hingga sesi pertama mencapai 30,55 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,81 triliun. Sebanyak 351 saham tercatat menguat, 327 saham melemah, dan 122 saham stagnan.

Sejumlah saham mencatat lonjakan harga signifikan, di antaranya DCII yang naik Rp7.800 ke level Rp218.000 per saham, POLU melonjak Rp4.500 ke Rp27.100 per saham, serta DSSA yang menguat Rp1.725 ke Rp109.700 per saham.

Sementara itu, saham-saham yang tertekan di antaranya CBDK yang turun Rp375 ke Rp7.575 per saham, MLPT melemah Rp375 ke Rp62.000 per saham, dan MORA yang turun Rp300 ke Rp13.500 per saham.

Aktivitas perdagangan ramai terlihat pada saham-saham tertentu. BUMI menjadi saham teraktif dengan frekuensi 118.171 kali transaksi dan nilai Rp1,10 triliun. Disusul MINA dengan 67.664 kali transaksi senilai Rp429 miliar, serta INET dengan 50.252 kali transaksi senilai Rp364 miliar.

Pada jajaran saham unggulan LQ45, Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) memimpin top gainers setelah melonjak 4,82%. Disusul Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 3,82% dan Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang menguat 2,68%.

Sebaliknya, saham LQ45 yang berada di zona merah dipimpin oleh Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang terkoreksi 5,04%. Selanjutnya Bumi Resources Tbk (BUMI) turun 2,84% dan XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melemah 2,43%.