IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500

StockHaven - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 tetap konstruktif, dengan target IHSG di level 10.500, didukung ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang leb...

IHSG Cetak Rekor di Awal 2026, Mirae Asset Tetap Optimistis ke Level 10.500
Bacakan Artikel

JALURDUA StockHaven - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai prospek pasar saham Indonesia pada 2026 tetap konstruktif, dengan target IHSG di level 10.500, didukung ekspektasi pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi serta potensi kebijakan yang lebih akomodatif.

Rully Arya Wisnubroto, Chief Economist & Head of Research Mirae Asset, menyampaikan bahwa IHSG menunjukkan tren positif sejak awal 2026, melanjutkan momentum dari tahun sebelumnya. Pada Januari, IHSG bahkan mencatatkan rekor tertinggi dengan penutupan di level 8.944,8 pada Rabu (7/1).

“Menariknya, penguatan IHSG di awal 2026 terjadi di tengah data ekonomi yang relatif kurang menggembirakan, mulai dari inflasi Desember yang tinggi, surplus neraca perdagangan yang lebih rendah, hingga defisit fiskal yang melebar akibat penerimaan pemerintah yang masih lemah,” ujar Rully.

Selain itu, tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan domestik. Sentimen risk-off global mendorong penguatan indeks Dollar AS (DXY), yang berdampak pada depresiasi nilai tukar Rupiah. Rupiah bahkan pertama kalinya ditutup di atas level 16.800 per Dollar AS sejak April 2025.

Kondisi tersebut membuat ruang pelonggaran kebijakan moneter menjadi semakin terbatas. Kombinasi inflasi yang tinggi dan depresiasi Rupiah menyebabkan Bank Indonesia memiliki ruang yang sangat sempit untuk menurunkan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 20–21 Januari 2026.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: