GPSO Disorot BEI, Kas Rp2,2M Mau Akuisisi Rp700M
Rencana akuisisi besar-besaran PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) senilai Rp700 miliar dipertanuyakan Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten Grup Tjokro ini harus memberikan penjelasan rinci setelah BEI mengirimkan surat permintaan klarifikasi terkait transaksi afiliasi yang nilainya setara 1.536% dari total ekuitas Perseroan
EmTrust Emitentrust.com - Rencana akuisisi besar-besaran PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) senilai Rp700 miliar dipertanuyakan Bursa Efek Indonesia (BEI). Emiten Grup Tjokro ini harus memberikan penjelasan rinci setelah BEI mengirimkan surat permintaan klarifikasi terkait transaksi afiliasi yang nilainya setara 1.536% dari total ekuitas Perseroan.
Dionysius Tjokro Direktur Utama GPSO dalam menjawab surat BEI menegaskan bahwa transaksi akuisisi belum terjadi, meski Perseroan telah menandatangani Kesepakatan Induk dengan PT Morita Tjokro Gearindo (MTG), PT Tjokro Bersaudara Cikarangindo (TBC), dan PT Jaya Indah Casting (JIC) pada 20 Januari 2026.
Namun demikian, kesepakatan awal tersebut sudah membuka rencana konsolidasi agresif yang berpotensi mengubah wajah GPSO secara fundamental.
Salah satu sorotan utama BEI adalah kesenjangan mencolok antara kas Perseroan dan nilai transaksi. Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2025, GPSO hanya memiliki kas dan bank sebesar Rp2,26 miliar, jauh dari nilai rencana akuisisi.
Menjawab hal tersebut, manajemen GPSO mengakui saat ini masih melakukan kajian pendanaan, dengan beberapa opsi yang disiapkan, mulai dari, Rights Issue (PMHMETD), Penerbitan surat utang berbunga rendah, Skema share swap / inbreng saham, hingga Hak Pengelolaan Jangka Panjang 20 tahun dengan opsi beli.
Komposisi final antara utang dan ekuitas disebut masih dalam pembahasan internal bersama pihak afiliasi.
BEI juga menyoroti penentuan nilai transaksi Rp700 miliar yang dilakukan sebelum adanya penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). GPSO menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat estimasi indikatif, dan Perseroan baru akan melakukan penilaian kewajaran transaksi oleh KJPP Edi Andesta setelah proses Mandatory Tender Offer (MTO).
Adapun alokasi transaksi jumbo tersebut antara lain:
PT Pulogadung Tempajaya (PTJ): Rp385 miliar
PT Tjokro Bersaudara Komponenindo (TBK): Rp90 miliar
PT Jakarta Marten Logamindo (JML): Rp65 miliar
Aset pabrik Jababeka: Rp65 miliar
Aset pabrik EJIP: Rp95 miliar
Menariknya, GPSO membuka peluang untuk meningkatkan kepemilikan hingga 99,99% atas ketiga entitas afiliasi tersebut.
Dionysius Tjokro menegaskan bahwa aksi ini merupakan bagian dari strategi besar menjadikan GPSO sebagai holding industri part maker terintegrasi hulu-hilir, sekaligus pintu masuk Tjokro Group ke pasar modal.
Selain akuisisi bisnis, GPSO juga membidik pendapatan tetap (fixed income) dari penyewaan aset pabrik kepada entitas afiliasi dengan estimasi yield 5–10% per tahun.
Meski berpotensi menimbulkan kekhawatiran investor, Perseroan memastikan, tidak ada benturan kepentingan, tidak ada risiko gangguan kelangsungan usaha.
Tidak ada kewajiban hukum atau keuangan jika transaksi batal karena tidak mendapat restu regulator atau pemegang saham independen
Seperti diketahui PT PIMSF Pulogadung yang merupakan grup Tjokro Bersaudara telah resmi menjadi pemegang saham mayoritas GPSO dengan kepemilikan mencapai 48,95% atau sebanyak 326.369.600 lembar saham.
Kemudian PT PIMSF Pulogadung Grup Tjokro menyampaikan akan menggelar Tender offer wajib saham PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) sebanyak-banyaknya 363,71 juta saham, atau setara 54,55% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh GPSO.
Manajemen GPSO dalam keterbukaan informasi yang diumumkan pada Rabu (14/1) menyebutkan Harga yang ditawarkan dalam tender wajib ini ditetapkan sebesar Rp436 per saham dengan total nilai penawaran maksimal mencapai Rp158,58 miliar.
Group Tjokro pernah tersangkut kasus korupsi pengadaan barang dan peralatan oleh Direktorat Teknologi dan Produksi PT KS (Krakatau Steel) atau KRAS Tahun 2019.
Pada perdagangan hari ini Senin (2/2) saham GPSO anjlok 8,26 persen ke level Rp500 per lembar.
- Siswa SMPN 2 Bulukumba Gelar Ramadhan Berbagi, Bangun Semangat Kepedulian di Bul...
- Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri
- Daftar 25 pejabat & 10 Dubes yang dilantik Prabowo pada Oktober 2025
- Profil Agung Gumilar, Asisten presiden bidang Analis Data Strategis
- Profil Dirgayuza, Asisten presiden bidang Komunikasi Analis Kebijakan