Gelar Right Issue Jumbo Rp3,2 Triliun, INET Siap Genjot Ekspansi Internet Wi-Fi 7

StockHaven - PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (IDX: INET) resmi mengumumkan rencana aksi korporasi jumbo berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu I (PMHMETD I) atau rights iss...

Gelar Right Issue Jumbo Rp3,2 Triliun, INET Siap Genjot Ekspansi Internet Wi-Fi 7
Bacakan Artikel

Di samping itu, alokasi dana lainnya akan digunakan untuk:

  • PT PFI: Rp213,44 miliar guna membayar biaya sewa jaringan kabel bawah laut (Indefeasible Right of Use atau IRU) ke PT JMP.
  • PT IAB: Rp135 miliar sebagai modal kerja untuk pembangunan jaringan FTTH di Pulau Jawa.
  • Sisa dana: Digunakan untuk pengembangan layanan, pembelian perangkat, kegiatan pemasaran, pelatihan SDM, dan pembiayaan operasional lainnya.

Sebagai tambahan insentif bagi investor, INET juga akan menerbitkan hingga 3,07 miliar Waran Seri II dengan rasio 25:6. Waran ini dapat dikonversi menjadi saham baru dalam periode pelaksanaan yang berlangsung dari 3 Juni 2026 hingga 1 Desember 2028. Potensi dana tambahan dari konversi waran ini diperkirakan mencapai Rp921,6 miliar.

Adapun jadwal pelaksanaan aksi korporasi ini adalah sebagai berikut:

  • Tanggal terakhir perdagangan saham dengan HMETD:
    • Pasar Reguler dan Negosiasi: 25 November 2025
    • Pasar Tunai: 27 November 2025
  • Tanggal perdagangan saham tanpa HMETD:
    • Pasar Reguler dan Negosiasi: 26 November 2025
    • Pasar Tunai: 28 November 2025
  • Tanggal pencatatan dalam Daftar Pemegang Saham (DPS): 27 November 2025
  • Periode perdagangan & pelaksanaan HMETD: 1 – 5 Desember 2025
  • Perdagangan Waran Seri II: 3 Desember 2025 – 1 Desember 2028
  • Pelaksanaan Waran Seri II: 3 Juni 2026 – 1 Desember 2028

Bagi pemegang saham eksisting, rights issue ini merupakan panggilan penting untuk mengambil keputusan strategis: ikut serta dalam aksi korporasi atau menghadapi risiko dilusi kepemilikan hingga lebih dari separuh. Sementara itu, bagi investor baru, ini bisa menjadi peluang menarik untuk masuk ke saham sektor infrastruktur digital yang tengah agresif memperluas jaringan dan layanan di Indonesia Timur.

Menjelang pelaksanaan HMETD pada Desember mendatang, pasar diprediksi akan mencermati pergerakan saham INET. Potensi koreksi harga bisa terjadi akibat penyesuaian teknis, namun prospek ekspansi dan keyakinan investor pengendali berpotensi mendorong sentimen positif dalam jangka menengah hingga panjang.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2