Empat Saham Ini Masuk Pantauan BEI, Terindikasi Unusual Market Activity

EmTrust - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah mencermati pergerakan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CAR...

Empat Saham Ini Masuk Pantauan BEI, Terindikasi Unusual Market Activity
Bacakan Artikel

EmTrust EmTrust - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan tengah mencermati pergerakan saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), serta PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menyusul adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterangan tertulis pada Jumat (30/1), menegaskan bahwa pengumuman UMA tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Pengumuman UMA ini tidak secara otomatis mengindikasikan adanya pelanggaran hukum pasar modal,” ujar Yulianto.

BEI mengungkapkan bahwa informasi terakhir terkait Perusahaan Tercatat adalah keterbukaan informasi tertanggal 9 Januari 2026, yang dipublikasikan melalui situs resmi BEI. Informasi tersebut mencakup registrasi pemegang efek untuk saham AGAR dan CSMI.

Sementara itu, pada saham MSIN, keterbukaan informasi berkaitan dengan perubahan logo PT MNC Digital Entertainment Tbk, sedangkan pada saham CARE terkait dengan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum.

Sehubungan dengan terjadinya UMA pada saham-saham tersebut, BEI menegaskan bahwa saat ini Bursa masih mencermati perkembangan pola transaksi yang terjadi. Oleh karena itu, investor diimbau untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi yang disampaikan oleh BEI.

Selain itu, investor juga diminta untuk mencermati kinerja perusahaan melalui setiap keterbukaan informasi, serta mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila belum memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“BEI menyarankan investor untuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan investasi,” pungkas Yulianto.