EMAS Kebut Proyek Pani, Siap Produksi Emas Perdana di Kuartal I

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melaporkan perkembangan signifikan kegiatan usaha hingga periode 31 Desember 2025. Emiten tambang emas ini menegaskan kesiapan Tambang Emas Pani menuju produksi emas perdana pada kuartal I-2026

EMAS Kebut Proyek Pani, Siap Produksi Emas Perdana di Kuartal I
Bacakan Artikel

EmTrust Emitentrust.com- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melaporkan perkembangan signifikan kegiatan usaha hingga periode 31 Desember 2025. Emiten tambang emas ini menegaskan kesiapan Tambang Emas Pani menuju produksi emas perdana pada kuartal I-2026, seiring rampungnya fase konstruksi dan dimulainya tahap commissioning.

Sepanjang 2025, EMAS mencatatkan kemajuan berkelanjutan pada pengembangan Tambang Emas Pani, termasuk percepatan pembangunan fasilitas pengolahan serta peningkatan kapasitas produksi di atas rencana awal.

Tambang Emas Pani akan memulai operasi heap leach dengan kapasitas awal 8 juta ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan rencana sebelumnya sebesar 7 juta ton per tahun. Studi lanjutan juga tengah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas hingga 10 juta ton per tahun setelah 2026.

Tak hanya itu, EMAS turut merekonfigurasi dan mempercepat pengembangan fasilitas Carbon-in-Leach (CIL). Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi dengan kapasitas penuh 12 juta ton per tahun pada 2028, lebih cepat dari rencana awal yang menempatkan kapasitas 7,5 juta ton per tahun pada 2029. Pekerjaan tanah untuk fasilitas CIL telah dimulai sejak Januari 2026.

Dari sisi pendanaan, anak usaha EMAS berhasil memperoleh fasilitas Revolving Credit Facility (RCF) senilai US$350 juta dengan tenor 60 bulan dari sindikasi bank lokal dan internasional. Fasilitas ini memberikan fleksibilitas keuangan yang lebih kuat untuk mendukung pengembangan proyek Pani.

EMAS juga melaporkan progres konstruksi Tambang Emas Pani yang telah mencapai 94%. Kegiatan penambangan dimulai pada Oktober 2025 bersamaan dengan pengaliran listrik PLN berbasis Renewable Energy Certificate (REC). Proses penghancuran bijih dilakukan pada November, disusul penumpukan bijih hasil penghancuran pada Desember 2025.

Tonggak penting lainnya dicapai melalui commissioning fasilitas Adsorption, Desorption and Recovery (ADR), yang memposisikan proyek ini siap memulai irigasi dan produksi emas perdana pada awal 2026.

Pada kuartal IV-2025, EMAS juga mengumumkan lonjakan signifikan cadangan bijih emas Pani menjadi 190,3 juta ton dengan kandungan 4,8 juta ounces emas, mempertegas skala dan nilai jangka panjang proyek ini.

Hingga akhir 2025, EMAS telah merealisasikan belanja konstruksi dan praproduksi sekitar US$238 juta untuk operasi open-pit heap leach. Untuk tahun 2026, Tambang Emas Pani menargetkan produksi emas sebesar 100.000–115.000 ounces, bergantung pada persetujuan RKAB.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyatakan kuartal IV-2025 menjadi fase transisi krusial bagi perseroan dari tahap konstruksi menuju commissioning dan operasi.

“Memasuki 2026, fokus kami adalah mencapai produksi emas perdana secara aman, merealisasikan target produksi, serta terus mengoptimalkan Tambang Emas Pani untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Boyke dalam keterangan resmi, Selasa (3/2).

Dari sisi ESG, EMAS mencatatkan pencapaian 18,2 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI), sekaligus menegaskan komitmen terhadap pengelolaan lingkungan, pengembangan masyarakat, dan praktik pertambangan yang bertanggung jawab.